100 Peserta Ikuti Simulasi SPSE 5.0

Untuk meningkatkan pelayanan publik dan perekonomian daerah, pemerintah Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Manajemen Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa, yang dihadiri oleh 100 orang peserta serta Wakil Bupati Kuningan, H.M. Ridho Suganda, bertempat di Sangkan Resort Aqua Park, Selasa (27/8/2019).

Berdasarkan ketentuan Peraturan Presiden RI No. 6 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, acara ini memiliki tujuan untuk mewujudkan kesamaan dalam Perencanaan Pengadaan, menjadi acuan bagi pelaku pengadaan SKPD, dan Mewujudkan pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan tujuan, kebijakan, prinsip, dan etika pengadaan barang/jasa. Papar U. Kusmana, S.Sos., M.Si kepala bagian barang/jasa Setda Kabupaten Kuningan.

Uu Kusmana menerangkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memiliki peranan penting dalam pengadaan barang/jasa dan juga juga melaksanakan e-purchasing untuk pengadaan barang e-catalog. Karena kemajuan teknologi informasi, otomatis setiap pelaku pengadaan barang/jasa harus mengikuti/menguasai IT.

Oleh karena itu, proses pengadaan barang/jasa wajib menggunakan sistem pengadaan secara elektronik yang baru, untuk e-purchasing pun saat ini sudah keluar aplikasi 5.0 dan para peserta langsung mendapatkan pengajaran simulasi penggunaan SPSE versi 5.0.

Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan, M. Ridho Suganda dalam sambutannya mengatakan, setelah selesai mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu untuk memahami manajemen perencanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, memiliki kemampuan dalam melaksanakan e-purchasing dan terakhir menjadi PPK yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

Melalui pemahaman tersebut, diharapkan seluruh peserta bimtek mampu melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa secara benar dan tidak melanggar aturan, karena proses pengadaan barang/jasa selalu dianggap rentan terhadap terjadinya tindak pidana korupsi ataupun penyelewengan anggaran, maka dari itu hal ini harus benar-benar diperhatikan dan jangan sampai terjadi di Kabupaten Kuningan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati berpesan kepada seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai salah satu momentum dalam membangun komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Kuningan yang bersih dan bebas KKN.