Bappeda Gelar Konsultasi Publik Review Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kabupaten Tahun 2014

Kategori: 

Sanitasi merupakan salah satu pelayanan dasar yang kurang mendapatkan perhatian dan belum menjadi prioritas pembangunan di daerah. Kondisi sanitasi di Indonesia masih relatif buruk dan jauh tertinggal dari sektor – sektor pembangunan lainnya. Buruknya kondisi sanitasi ini berdampak negatif dibanyak aspek kehidupan, mulai dari turunnya kualitas hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat, meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya penyakit pada balita, turunnya daya saing maupun citra kabupaten/kota, hingga menurunnya perekonomian kabupaten/kota.

Penyebab buruknya kondisi sanitasi di Indonesia adalah lemahnya perencanaan pembangunan sanitasi: tidak terpadu, salah sasaran, tidak sesuai kebutuhan, dan tidak berkelanjutan, serta kurangnya perhatian masyarakat pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Salah satu upaya memperbaiki kondisi sanitasi adalah dengan menyiapkan sebuah perencanaan pembangunan sanitasi yang responsif dan berkelanjutan yang dituangkan dalam Buku Putih Sanitasi (BPS). 
 
Terkait hal tersebut Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kab. Kuningan, Kamis (26/06/2014) mengadakan Konsultasi Publik Review Dokumen Buku Putih (BPS) dan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Kabupaten Kuningan yang telah disusun pada tahun 2013. Kegiatan yang di buka oleh Kepala Bappeda itu diikuti oleh sejumlah Kepala SKPD Kabupaten Kuningan, Anggota Pokja Sanitasi Kabupaten Kuningan, Fasilitator Program PPSP dan Konsultan Penyedia Jasa Review BPS dan SSK. 
 
Dalam sambutannya Kepala Bappeda, Drs. H.Maman Suparman, MM mengatakan, Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Kabupaten Kuningan, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi sanitasi dengan mengarusutamakan percepatan pembangunan sektor sanitasi, dalam rangka pencapaian target RPJMN 2010-2014 dan MDG’s 2015. 
 
Selanjutnya Maman mengemukakan, Sanitasi yang meliputi pelayanan air limbah, persampahan dan drainase merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus tersedia dan merupakan tanggung jawab bersama, karena keberhasilan pembangunan sanitasi sangat berkaitan erat dengan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menunjukan citra Kabupaten, khususnya Kabupaten Kuningan sebagai daerah tujuan wisata.
Melalui Konsultasi Publik Review Dokumen Buku Putih (BPS) dan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus mendorong Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) sabagai salah satu upaya untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat. ( Sumber : YD, Bidang Komunikasi Diskominfo Kab. Kuningan ).