Indonesian English

Batik Bojong Asri Semakin Dikenal dan Diminati Berbagai Kalangan

Kramatmulya, Info Kuningan- Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya asli  Indonesia. Sebagai warisan budaya Indonesia, batik peringatannya dilaksanakan setiap tanggal 2 Oktober. Kini keberadaan batik semakin disukai banyak kalangan masyarakat dari berbagai tingkatan, bahkan menjadi seragam instansi pemerintah maupun swasta yang harus dipakai pada hari-hari tertentu, batik juga semakin terkenal ke manca negara.

Di Kabupaten Kuningan, beberapa pengrajin batik mulai bermunculan dan memiliki ciri khas tersendiri. Motif dan corak yang laris terjual dan banyak dipesan masyarakat adalah bernuansa Kuningan seperti kuda, ikan dewa, bokor dan lain-lain. Pengrajin batik Kuningan, tidak kalah dengan yang sudah memiliki nama seperti Pekalongan maupun daerah lainnya.

Iim Imamudin salah satunya, seorang pengrajin batik asal Desa Bojong, Kecamatan Kramatmulya. Keterampilannya  dalam membatik tidak diragukan lagi, karena  sesuai dengan keilmuan yang didapatnya dari bangku sekolah yakni SMIK (Sekolah Menengah Industri Kerajinan) Tasikmalaya jurusan Batik. Tentu urusan batik dan membatik bukan hal baru dalam kehidupannya.

Selain sebagai mata pencaharian yang sudah dijalaninya sejak lama, Iim yang sudah dikaruniai 4 anak juga sering menjadi narasumber dari kegiatan yang berkaitan dengan batik, baik di sekolah-sekolah maupun institusi lainnya. Karena kemampuan dan kepiawaiannya dalam membatik sudah terbukti, dengan banyaknya hasil karya serta disukai banyak orang.

"Membatik merupakan pekerjaan seni, untuk itu tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik. Karena selain harus memiliki bakat, juga harus ulet dan sabar, jika tidak ingin ditinggalkan pelanggan selalu update dan bisa membaca setiap perkembangan yang terjadi. Corak dan mode harus mengikuti pangsa pasar," ujarnya.

Iim Imamudin, yang dulunya melakukan pekerjaan yang sama di Cianjur bersama 2 orang pekerjanya yang sama-sama alumni SMIK jurusan Batik Tasikmalaya, tidak pernah sepi pesanan. Sejak tahun 2014 lalu, Iim kembali ke kampung halamannya di RT.10/02 Dusun Manis, Desa Bojong, Kecamatan Kramatmulya, dan merintis usaha sendiri. Berkat perjuangannya, kini Batik Bojong Asri buatannya semakin dikenal.

Masih menurutnya, dalam 1 hari setiap orangnya hanya mampu mengecap 20 lembar kain. Setelah proses itu masih terus berlanjut dengan tahapan-tahapan lainnya, untuk siap jual dan sampai ke tangan konsumen. Sedangkan untuk bahan kain, malam, pewarna dan obat-obatan dibelinya dari Cirebon. Kini Iim sudak memiliki sekitar 20 corak batik dengan 5 alat cap. (mc kuningan)