Indonesian English

Desa Simpayjaya Dilanda Krisis Air

Krangkancana,- Rusaknya pamsimas akibat diterjang longsor pada musim hujan yang lalu, ditambah musim kemarau panjang sekarang ini, membuat masyarakat Desa Simpayjaya, Kecamatan Karangkancana, mengalami kesulitan air bersih sejak satu bulan kemarin.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, setiap harinya warga harus mengeluarkan uang Rp. 10 ribu, untuk membeli empat jerigen air dari penjaja keliling.

Kehadiran air bersih bantuan PDAM Tirta Kamuning dan Damkar Kuningan, Kamis (19/7/2018) dihalaman kantor desa setempat pun disambut antusias warga. Dalam hitungan menit, air bersih dari kedua tangki itu pun langsung berpindah tempat memenuhi wadah milik masing-masing warga.

Kepala Desa Simpayjaya, Dodo Kusumah mengatakan, bahwa sudah hampir satu bulan ini warganya mengalami kesulitan air bersih. Pamsimas sebagai sumber air bersih yang rusak akibat longsor pun kini belum sempat diperbaiki.

“Program Pamsimas yang dibangun mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari bak penampungan hingga pipa sepanjang 900 meter pun hancur berantakan. Dampaknya kemarau sekarang, warga kami kesulitan air bersih,” ungkap Dodo.

Kehadiran dua tangki air bersih, kata Dodo, sebenarnya belum mencukupi kebutuhan warga di dua dusun yang mengalami kekeringan, yaitu Dusun Sukamenak dan Sukahurip dengan jumlah penduduk sekitar 1.500 jiwa. Karena itu, ia meminta kepada petugas dari PDAM untuk bisa mengirimkan satu atau dua tangki tambahan untuk warga yang belum terbagi.

“Kami berharap bantuan air bersih ini bisa dilakukan setiap hari selama musim kemarau, minimal tiga tangki, agar bisa menjangkau seluruh warga yang kekeringan. Karena dua tangki hanya untuk memenuhi kebutuhan warga di satu dusun saja,” ucap Dodo. (MC Kuningan)