HUT RI, Momentum Untuk Mengais Rezeki

Kuningan,- Bulan Agustus merupakan bulan yang telah dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia, karena bulan Agustus merupakan bulan kemerdekaan. Disisi lain bulan Agustus juga membawa berkah bagi penjual aksesoris kemerdekaan.

Sudah dipastikan bahwa mereka akan kebanjiran pesanan seperti bendera, umbul-umbul dan aksesoris lainnya.

Saat memasuki bulan Agustus, para penjual aksesoris kemerdekaan mulai menghiasi pinggiran jalan untuk menjajakan dagangannya. Seperti di Kabupaten Kuningan, setiap sudut kotanya ramai oleh pedagang aksesoris kemerdekaan.

Hasil pantauan Info Kuningan, para penjual bendera dan umbul-umbul sudah menempati trotoar di beberapa titik jalan, Seperti di jalan Siliwangi, jalan Aruji Kartawinata, jalan Pramuka, Jalan R.E Martadinata serta sejumlah titik lainnya.

Dani (24), pria asal Garut ini sudah sejak awal bulan Agustus menjajakan bendera dan umbul-umbul di jalan Aruji kartawinata tepat sebrang kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan.

Meski belum ramai pembeli, namun Dani tetap setia hingga petang berada di kawasan tersebut.

"Penjualan belum begitu rame pa, karena baru satu minggu berjualan. Baru beberapa bendera yang terjual. Nanti biasanya tanggal sepuluhan atau seminggu menjelang HUT RI mulai rame yang beli," kata Dani saat berbincang dengan Info Kuningan, Jum’at (9/8/2019).

Diakui Dani, memilih untuk berjualan awal bulan untuk mengamankan lapak jualannya yang sudah sejak tahun 2009 tempati sang kaka, Atep agar tidak ditempati oleh penjual lain.

"Udah 9 tahunan kaka saya jualan disini (red_Jl.Aruji Kartawinata), udah pada apal lah kalau yang jual di sini mah. Kini saya meneruskan lapak kaka saya, karena kaka saya sekarang jualannya di daerah jawa. Saya jualan lebih awal biar lapaknya gak ditempatin pedagang lain, pedagang bendera kan banyak," katanya.

Dikatakan Dani, jika sudah mulai ramai pembeli, biasanya ia bisa menjual 20 kodi (40 pcs) bendera merah putih, background merah putih dan umbul-umbul berbagai ukuran dalam sehari. Mengenai harga, Dani pun menjualnya bervariatif, mulai dari Rp 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah sesuai dengan jenis dan ukuran aksesoris.

"Kalau lagi rame, ya sehari bisa dapat uang sekitar 1 Jutaan lah pa, kalau lagi sepi 300 ribuan, lumayan komisinya sampai 30 persen karena barangnya saya ambil langsung dari konveksinya di garut tidak lewat agen,” tutur pria beranak satu ini.

Rencananya, Dani akan berjualan hingga satu hari menjelang 17 Agustus nanti untuk meraup pundi-pundi rupiah. "Tahun 2018 kemarin, saya jualannya di daerah jawa, Alhamdulillah keuntungannya lumayan, sekarang saya tukar tempat dengan kaka nyoba usaha di Kuningan. Mudah-mudahan rizki yang bisa saya bawa pulang untuk anak isteri dari Kuningan ini bisa lebih besar lagi pa," pungkasnya. (infokuningan)