Indonesian English

Jalan Usaha Tani dan Penghubung 2 Dusun Selesai Dibangun

Maleber, Info kuningan

Dalam rangka memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan perekonomian masyarakat, pemdes Ciporang, Kecamatan Maleber, beberapa waktu lalu selesai melaksanakan pengaspalan jalan usaha tani sepanjang 380 meter dengan lebar 2,5 meter. Jalan yang sudah lama dibangun dan menjadi urat nadi perekonomian itu, sekaligus dapat menghubungkan dua dusun yakni dari dusun 3 menuju dusun 4.

Meskipun posisi jalan tersebut berada ditengah-tengah lahan pertanian, namun sering dilalui masyarakat, baik pejalan kaki, kendaraan roda 2 maupun  roda 4, terutama sebagai akses menuju area sawah para petani maupun sebagai sarana mengangkut hasil pertanian saat musim panen. Dengan kondisi jalan yang kini telah mulus,  sehingga lebih aman dan dan nyaman bagi siapapun yang melewatinya. 

Kades Ciporang Heri Hernawan melelui Kasi Ekbang Suhenda, senin (15/5/2018) menjelaskan, Pengerjaan jalan usaha tani berlangsung selama 7 hari kerja, melalui swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat. Anggaran yang dipergunakan sebesar Rp. 100 juta berasal dari bantuan Provinsi tahun 2018. Dengan dibangunnya jalan usaha tani tersebut, dikatakannya, kini aktifitas masyarakat petani menuju area pesawahan menjadi mudah dan lancar.

Selain sebagai jalan usaha tani, Suhenda mengatakan, jalan tersebut sebagai penghubung masyarakat 2 dusun di desa Ciporang. “Jadi mereka sekarang bisa lebih dekat dan cepat jika akan menemui sanak saudaranya, tanpa harus mewati jalan utama yang ramai dilalui banyak kendaraan. Mudah-mudahan kedepan masyarakat kami lebih terbantu dengan telah diaspalnya jalan usaha tani yang sekaligusmnjadi  jalan penghubung 2 dusun tersebut,” ngkapnya.

Dengan dibangunnya jalan tersebut, Kasi Ekbang berharap, masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal sebagai sarana transportasi sehari-hari, sehingga perekonomian masyarakat petani di desanya mengalami peningkatan. Karena menurutnya, jalan merupakan bagian terpenting dan berpengaruh bagi kelancaran dan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Secara bertahap dan berkelanjutan, seluruh program pembangunan baik fisik maupun non fisik tetap kami utamakan, terutama yang menyentuh kepentingan masyarakat banyak. Agar dapat dirasakan dengan keberadaannya, sekaligus sebagai upaya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di segala sektor,” pungkasnya. (MC Kuningan)