Kades Citundun Minta Diskominfo Bantu Bangun Infrastruktur Telekomunikasi

Ciwaru, Info Kuningan- Kuningan adalah salah satu Kabupaten yang secara geografis berada di bagian timur Provinsi Jawa Barat yang terletak pada titik koordinat 108° 23' - 108° 47' Bujur Timur dan 6° 47'-7° 12' Lintang Selatan. Secara topografi, Kabupaten Kuningan merupakan daerah pegunungan dengan permukaan tanah yang relatif datar dengan vareasi berbukit-bukit.

Melihat kondisi topografi tersebut, mungkin inilah salah satu penyebab beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan sulit terjangkau sinyal telekomunikasi (blank spot) sehingga masyarakat diwilayah tersebut sulit untuk menggunakan alat telekomunikasi terlebih mengakses informasi.  

Salah satu wilayah di Kabupaten Kuningan yang hingga kini masih menjadi daerah blank spot adalah Desa Citundun, Kecamatan Ciwaru. Sejak terbentuk hingga saat ini, Desa Citundun belum dapat terjangkau sinyal seluler yang sangat dibutuhkan untuk membuka akses komunikasi masyarakat di era teknologi informasi yang tengah berkembang sekarang ini.

Kepala Desa Citundun, Taswan Sumandi, dihadapan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs.Teddy Suminar, M.Si, dalam acara Fasilitasi Forum Komunikasi Media Tradisional yang digelar dihalaman kantor pemerintahan desa setempat, Sabtu malam (6/10/2018) mengatakan, seiring perkembangan zaman dan teknologi informasi, masyarakat di Desa Citundun sudah memilki dan menggunakan telepon gengggam untuk berkomunikasi jarak jauh. Bahkan sebagian besar sudah menggunakan telepon cerdas (Smart Phone) yang perlu didukung dengan sinyal data berkecepatan tinggi.

“Masyarakat kami hampir semuanya memiliki hand phone karena sebagian besar masyarakat kami adalah perantau, sehingga hand phone merupakan salah satu alat yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan keluarga yang ada di perantauan. Bahkan bila warga perantau pulang, mereka sudah memilki smart phone. Tapi sayang smart phone nya tidak bisa digunakan di sini (red_desa citundun) karena sebagian besar aplikasi yang ada dalam smart phone memerlukan konesi internet. Jadi jangankan sinyal internet, sinyal seluler saja susah,” ungkap Taswan.

Lebih lanjut Taswan mengatakan, untuk bisa terus berkomunikasi melalui telepon genggam, masyarakat Desa Citundun memasang antena jenis yagi di masing-masing rumah untuk menangkap sinyal seluler yang dihubungkan dengan kabel coexial ke telepon genggam. Meski demikian, sinyal seluler yang diperoleh pun belum maksimal.

“Untuk itu, kami meminta bantuan Diskominfo Kabupaten Kuningan bisa segera mengatasi masalah sinyal telekomunikasi di desa kami ini, biar kami juga bisa menikmati teknologi informasi seperti saudara-saudara kami yang ada di kota, terlebih agar anak-anak kami juga bisa mengakses informasi melalui jaringan internet biar mereka memilki wawasan yang luas dan tahu dunia,” harap Kades Citundun.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kab.Kuningan, Drs.Teddy Suminar, M.Si mengatakan, pihaknya akan berupaya mencari solusi untuk mewujudkan keinginan masyarakat Desa Citundun dengan melakukan koordinasi, baik ke pemerintah tingkat pusat, provinsi, kabupaten bahkan dengan beberapa operator seluler.

“Kami akan berupaya untuk itu, saya akan coba berkordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dengan operator seluler. Karena tidak hanya Desa Citundun namun masih banyak desa-desa di Kabupaten Kuningan yang masih belum terjangkau sinyal seluler,” pungkasnya. (mc kuningan)