Pagelaran ‘Wayang Golek Rampak Dalang’ Hibur Masyarakat Desa Sakerta Timur

Darma, Info Kuningan- Di era teknologi informasi yang berkembang sekarang ini, media digital terutama media sosial menjadi saluran informasi yang banyak diminati masyarakat. Namun bukan berarti keberadaan media tradisional harus dikesampingkan sebagai salah satu wahana dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

Di Kabupaten Kuningan, media tradisonal seperti, Wayang Golek, Reog, Calung dan media pertunjukan lainnya, masih banyak diminati dan masih menjadi sarana yang efektif untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, terutama informasi-informasi tentang program pembangunan pemerintah daerah.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan selaku diseminator Informasi pemerintah daerah, Sabtu malam (13/10/2018) menggelar acara Fasilitasi Kelompok Informasi Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kab.Kuningan dengan menampilkan pertunjukan ‘Wayang Golek Rampak Dalang’ di Area Wisata Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma. FK Metra sendiri merupakan wadah bagi kelompok seni tradisional di Kabupaten Kuningan yang mendapatkan pembinaan langsung dari Diskominfo.

Kepala Diskominfo Kab.Kuningan, Drs.Teddy Suminar, M.Si, saat memberikan sambutan mengatakan, hiburan wayang golek merupakan tradisi budaya dan kesenian bangsa yang memilki nilai-nilai luhur, pesan moral serta penuh dengan palsafah kehidupan. Sehingga kesenian wayang golek harus terus dilestarikan, karena kesenian wayang bisa mempersatukan masyarakat.

Menurutnya, pagelaran wayang golek tidak saja menyuguhkan lakon atau cerita. Tetapi dibalik cerita itu, ada hikmah positif yang bisa diambil. “Selain menjadi tontonan, pagelaran wayang golek juga diharapkan menjadi tuntunan bagi kita, karena disetiap lakonnya banyak pelajaran yang bisa kita petik untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Selain itu dikatakan Teddy, dalam kesenian wayang golek, dalang sebagai pembawa lakon, harus menjadi sosok yang multi fungsi, artinya tidak hanya sebagai pembawa cerita, melainkan harus mampu berperan sebagai diseminator informasi. Untuk itu ia meminta, dalang harus memilki penglihatan dan pendengaran yang tajam.

“Dalang, harus peka terhadap kehidupan di sekitar, kehidupan sosial, atau program-program pembangunan yang sedang dilaksananakan oleh pemerintah daerah agar masyarakat dan pemerintah bisa bersatu guna menyukseskan pembangunan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, berkaitan dengan Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 mendatang, Kadis Kominfo juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya akan informasi-informasi yang beredar, terutama informasi yang ada di media sosial. Karena menurutnya, banyak informasi bohong (HOAX) yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ada yang berbeda dalam pagelaran tersebut, jika biasanya pagelaran wayang golek hanya dimainkan oleh seorang dalang, namun dalam pagelaran kali ini pertunjukan wayangnya dimainkan oleh empat orang dalang. Bahkan uniknya lagi, seluruh nayaga (red_penabuh gamelan) nya adalah para dalang di Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam FK Metra.

Acara yang mampu menghibur masyarakat Desa Sakerta Timur itu, turut dihadiri, Sekretaris Diskominfo, Rosjani Sekarwati, SH, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo, Edi Mukhtar, S.IP, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kuningan, Kapolsek dan Danramil Darma, Kepala Desa Sakerta Timur, sejumlah seniman serta tamu undangan lainnya. (mc kuningan)