Indonesian English

Pembangunan Taman Desa Cikahuripan Akan Segera Rampung

Maleber, Info Kuningan

Pemerintahan Desa Cikahuripan, Kecamatan Maleber, sejak pertengahan bulan April 2018 lalu, sedang giat melaksanakan pembangunan taman minimalis yang berlokasi di depan kantor desa setempat. Taman tersebut, berukuran 21 X 22 meter dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 203.272.000,- berasal dari bantuan Dana Desa tahun 2018.

Pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat. Proses pengerjaan akan selesai secepatnya, walaupun ada beberapa bagian fisik yang harus dilakukan tenaga ahli dan memakan waktu lama. Karena taman tidak bisa dipisahkan dari unsur seni dan keindahan, sehingga taman yang dibangun jika sudah selesai nanti bisa lebih menarik dan bisa menjadi sarana bermain yang aman, nyaman dan menyenangkan.

Kades Cikahuripan Caswadi, SAP menjelaskan, pembangunan taman desa merupakan prioritas, diharapakan dapat memperindah halaman kantor. Selain itu dapat menunjang K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan) dilingkungan sekelilingnya. Sehingga suasana di halaman kantir desa tidak akan terasa gersang lagi, karena akan ada beberapa jenis tanaman dan bunga yang ditanam. Selain ada pohon beringin, yang sudah lebih dulu tumbuh.

Selain pembangunan taman, dikatakan Caswadi, pihaknya juga akan melakukan penataan lainnya, termasuk para pedagang yang ada disekitar kantor desa. Dengan demikian menurutnya, akan tampak perubahan yang signifikan terkait engan keindahan dan kerapihan lingkungan.

Dengan dibangunnya Taman Desa, Caswadi berharap,  dapat memberikan kontribusi positif untuk perkembangan desa. Selain akan menjadi sarana bermain anak dan masyarakat, juga akan mampu menjadi tempat berteduh dan beristirahat bagi siapapun yang melewati Desa Cikahuripan saat sedang melakukan perjalanan.

“Melalui program kerja yang kami laksanakan, terutama infrastruktur secara keseluruhan dapat menunjang aktifitas masyarakat dan mendongkrak sektor-sektor lainnya. Termasuk pendidikan, ekonomi, keagamaan, keamanan dan lain-lain. Mudah-mudahan masyarakat dapat menikmati  dan memanfaatkannya, sekaligus memelihara dan menjaganya secara maksimal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Caswadi mengatakan, halaman kantor desa yang semula biasa dimanfaatkan masyarakat untuk menjemur padi, kini tidak akan lagi. Pagar-pagar tembok yang  dibongkar akan dibangun kembali, sehingga akan memberikan suasana yang berbeda terhadap keadaan, baik dari sudut pandang keindahan maupun yang lainnya. “Secara bertahap dan berkesinambungan seluruh sektor pembangunan yang berpihak untuk kepentingan masyarakat akan tetap menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (MC Kuningan)