Pemdes Sindangsari Komitmen Lestarikan Seni Tradisonal Calung

Sindangagung,- Menjaga kelestarian kesenian daerah adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dalam sebuah kesenian terkandung banyak nilai positif, utamanya dalam mengembangkan bakat seni yang dimiliki oleh setiap individu.

Jawa Barat sendiri, merupakan daerah yang kaya akan kesenian dan budaya. Salah satu kesenian khas Jawa Barat ialah calung. Calung merupakan alat musik asli Tanah Sunda yang telah berkembang sejak lama. Calung berasal dari dua kata cacah dan melung-melung artinya dipukul berbunyi nyaring. Terdapat dua jenis calung yaitu calung rantai dan calung jingjing. Calung Rantai dimainkan dengan cara dipukul sambil duduk bersila. Sementara itu, calung jingjing dimainkan sambil dijingjing sesuai dengan namanya.

Fungsi calung kini telah berubah. Dahulu calung digunakan untuk mengiringi upacara adat sebagai ritual. Sekarang calung lebih digunakan sebagai alat untuk menghibur masyarakat. Tanpa disadari calung saat ini sudah jarang dimainkan bahkan sudah jarang dikenal oleh masyarakat banyak. Namun, masih ada beberapa pegiat seni yang melestarikan alat musik Calung. Salah satunya Lingkung Seni Sabilulungan Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan.

Lingkung Seni Calung Sabilulungan, dibentuk pada tahun 2016 di bawah pimpinan Kepala Desa Sindangsari, M.Topik Abdullah atau yang akrab disapa Bah Kuwu.

“Alhamdulillah, Lingkung Seni Calung Sabilulungan dibentuk dengan Surat Keputusan Kepala Desa pada tahun 2016 yang lalu, dan masih bertahan sampai dengan sekarang, bahkan terus menunjukan perkembangan yang positif,” tutur Kades Sindangsari, M.Topik Abdullah, didampingi Sekdes, Adang Sobandi, ST, saat ditemui Info Kuningan di ruang kerjanya belum lama ini.

Selain menjadi wadah bagi masyarakat pecinta seni tradisional, dikatakan Topik, dibentuknya Lingkung Seni Calung Sabilulungan, bertujuan menjaga dan melestarikan sekaligus memajukan seni budaya sunda peninggalan nenek moyang.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan seni tradisi ini (red_calung). Disamping itu kita perkenalkan juga kepada masyarakat khususnya generasi muda tentang kesenian peninggalan nenek moyang ini, karena anak-anak muda sekarang banyak yang tidak tahu seni-seni tradisional yang pernah ada ditengah-tengah masyarakat dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut Kades Sindangsari mengemukakan, Lingkung Seni Calung Sabilulungan yang personilnya melibatkan perangkat desa, RT dan RW, anggota Linmas serta masyarakat desa Sindangsari itu, kini banyak menerima panggilan untuk pentas dari desa-desa tetangga bahkan ke luar kota. Selain itu salah satu personil penabuh kendangnya adalah Ari Rizal, yang merupakan juara Kendang Cilik Indosiar.

“Alhamdulillah, selain mengikuti lomba tingkat kecamatan, kini Calung Sabilulungan mulai banyak yang mengundang untuk pentas memberikan hiburan kepada masyarakat di desa-desa tetangga dan luar kota. Untuk warga kuningan yang membutuhkan hiburan calung dari kami, silahkan bisa menghubungi Pak Ulis (red_Sekretaris Desa), kontaknya 082214480281, Insya Allah puas,” kata Topik, diiringi senyum bangga.

Untuk menjaga agar Lingkung Seni Calung Sabilulungan tetap eksis, M.Topik Abdullah berharap, Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat memberikan dukungan penuh baik materil maupun moril. (infokuningan)