Pemdes Sindangsari Lestarikan Kesenian Reog

Sindangagung, Info Kuningan

Komitmen Pemerintah Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, dalam hal pelestarian seni tradisional sunda memang tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, kini Pemdes Sindangsari kembali membentuk group seni Reog, setelah sebelumnya membentuk lingkung seni calung yang keberadaannya sudah mulai eksis ditengah-tengah masyarakat.

Reog sunda, tak semuanya mengenal kesenian sunda ini. Terlebih generasi saat ini. Untuk itu, Pemdes Sindangsari, di bawah kepemimpinan M.Taupik Abdullah, kembali memperkenalkan kesenian Reog ke tengah-tengah masyarakat dengan harapan agar generasi masa kini bisa mengenal kesenian daerahnya.

“Sekarang coba cari grup Reog di Kuningan. Sudah sangat jarang, bahkan bisa dikatakan nyaris punah. Nah, kami coba membangkitkannya lagi dengan membentuk Group Reog Sabilulungan, tentu dengan sentuhan kekinian, supaya bisa diterima dikalangan generasi milenial, namun dengan tidak meninggalkan nilai-nilai keaslian tradisinya,” ungkap Kepala Desa Sindangsari, M.Taupik Abdullah, didampingi Sekretaris Desa, Adang Sobandi, ST, saat ditemui Info Kuningan diruang kerjanya belum lama ini.

Dikatakan Taupik, dibentuknya group Reog Sabilulungan, selain sebagai wadah bagi masyarakat pecinta seni tradisional, juga bertujuan mengangkat dan melestarikan seni tradisi peninggalan nenek moyang yang keberadaannya sudah mulai dilupakan masyarakat.

Padahal menurutnya, selain unsur hiburan yang ditampilkan, dalam seni tradisonal terkandung banyak nilai positif, seperti nilai sosial, pendidikan budi pekerti serta pesan-pesan moral lainnya.

“Kesenian reog menggunakan dogdog (gendang) yang ditabuh, diiringi oleh gerak tari yang lucu dan lawak oleh para pemainnya. Biasanya disampaikan dengan pesan-pesan sosial, moral dan keagamaan. Untuk group Reog Sabilulungan, dimainkan oleh empat orang, yaitu seorang dalang yang mengendalikan permainan, wakilnya dan ditambah oleh dua orang lagi sebagai pembantu, dan semua personilnya adalah ibu-ibu kader,” jelasnya.

Dengan dibentuknya Group Reog Sabilulungan, Kades Sindangsari berharap, dapat kembali mengangkat kesenian tradisonal ke tengah-tengah masyarakat terutama generasi muda. Selain itu, dalam rangka mendukung pariwisata di Kabupaten Kuningan.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan seni tradisi ini. Pemkab Kuningan, saat ini tengah mencanangkan program sebagai Kabupaten wisata, dan itu perlu didukung dengan keseniannya juga, sebagaimana amanat Perda Kabupaten Kuningan nomor 5 Tahun 2006 tentang Pemeliharaan Kesenian Tradisonal,” pungkasnya. (infokuningan)