Ramadhan, Baraya berbagi kasih dengan para Dhuafa

Cilimus,- Ramadhan 1440 H, baraya melakukan kegiatansebagai bagian pengisi aktifitas di bulan Ramadhan. Kegiatan dengan label Baraya berbagi kasih dengan dhuafa merupakan kegiatan pembagian beras untuk mereka kaum dhuafa khususnya para lansia.

Kegiatan yang diadakan setiap hari Sabtu selama bulan Romadon, dan berorientasi pada masyarakat sekitar kecamatan Cilimus.Kegiatan yang dilakukan sekalian ngabuburit ini digagas dandilaksanakan oleh para srikandi baraya dengan mendatangi para dhuafa di beberapa desa sekitaran Cilimus.

Sementara untuk Romadon tahun lalu, baraya mengadakan kegiatan bagi2 parcel untuk Yatim. Alhamdulillah untuk pelaksanaan di tahun 2019 ini, baraya telah menyiapkan beras sebanyak 500 kg. Kegiatan ini di luar pembagian zakat fitrah, justru berbagi di saat kita menjalankan ibadah puasa, ya kita memilih untuk berbagi beras karena itu sebagai kebutuhan pokok pangan sehari hari kita. Juga dalam rangka ikut menyerap produksi beras dari para petani. Demikian disampaikan oleh Yayan Henri Danisukmara, selaku ketua dari Yayasan Baraya Dalapan Lima.

Adapun sumber dana adalah himpunan dari para donatur yang selama ini turut membesarkan peran Baraya di Masyarakat. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan buka puasa bersama di antara baraya, yang kali ini bertempat di RM Laksana Sangkan hurip.

Tidak lupa diadakan pula acara tausyiah, yang pada kesempatan ini disampaikan oleh H. Khaerul Anwar, SE, M.Sidimana beliau juga sebagai Pembina dari Yayasan Baraya Dalapan Lima. Tema tausyiah kali ini, Puasa membina silaturahim dan peningkatan ibadah.Dimana bulan yang ditetapkan oleh Allah swt sebagai bulan yang penuh berkah, yaitu sebagai bulan dimana secara nilai adalah penuh obral pahala, sebagai bentuk tarbiyah atau pendidikan dalam upaya peningkatan ibadah.

Dan tujuan akhir dari pada pelaksanaan berbagai ibadah tersebut adalah untuk mencapai derajat manusia yang bertaqwa. Dalam kesempatan tersebut, menyerukan untuk penuh perjuangan dalam pencapaian tujuan itu.

Di akhir tujuan maka akan terbagi manusia menjadi, yaitu yang mampu mencapainya, setengahnya, ada juga yang gagal dan lebih bahaya lagi adalah malah terjerumus dalam kehinaan. Adapun salah satu bentuk ibadah yang dapat kita tempuh yakni seperti Berinfak, dimana kebiasaan tersebut agar menjadi kebiasaan kita baik di saat kita sedang punya ataupun bahkan di saat kita sedang tidak punya. Menahan amarah dan saling memaafkan. Pembelajaran untuk dilaksanakan dalam keseharian, menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi kebutuhan dan terakhir berhasil dalam pembentukan karakter.

Mudahan ramadhan kali ini menjadi yang tebaik, menuju manusia bertaqwa dalam dimensi yang luas. (Info Kuningan)