Indonesian English

Tahun 2018, 55 Desa Mendapat Alokasi Program ‘Gerbang Simas’

Kuningan, Info Kuningan- Gerakan Membangun Sarana Infrastruktur Bersama Masyarakat (Gerbang Simas) Tahun Anggaran 2018 sudah mulai dilaksanakan. Prosesi sosialisasi dibuka Bupati Kuningan, Jum’at (5/10/2018) di Aula Dinas PUPR Kabupaten Kuningan, dihadiri 24 kecamatan dan 55 desa di Kabupaten Kuningan selaku penerima program.

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama mengungkapkan, program Gerbang Simas ini dinilai sangat bermanfaat bagi desa penerima bantuan, karena mampu memberdayakan masyarakat setempat. Kemudian untuk hasil lebih maksimal, bisa ditambahkan oleh anggaran yang bersumber dari Dana Desa, dengan syarat harus tertib administrasi.

“Kepada seluruh kepala desa yang hadir yang menerima program Gerbang Simas mudah mudahan dapat melaksanakan dengan baik dan bisa bermanfaat, ini merupakan pengembangan dari program PJBM yang dulu pernah ada di Pemerintah Kabupaten Kuningan,” kata Acep.

Dikatakan Acep, Gerbang Simas merupakan program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan oleh 55 desa berupa pelaburan aspal di 8 desa, rabat beton 20 desa, tpt 12 desa, dengan jumlah aspal 330 drum, semen 7.134 zak, batu pecah 1.258 M3, batu screen 368 M3, pasir 989 M3 dengan nilai pengadaan sebesar Rp. 2.041.199.600,00.

“Insha Allah, program ini dari tahun ke tahun akan selalu dikembangkan, sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kuningan. Tahun sebelumnya terlaksana di 26 desa dan tahun ini 55 desa. Besar harapan tahun depan Gerbang Simas mampu berjalan di 100 desa, hingga Kuningan semakin maju dengan pembangunan berbasis desa,” ujarnya.

Kemudian pihaknya sangat berharap adanya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program Gerbang Simas. Ditambah lagi setelah pembangunan selesai dilaksanakan, semua masyarakat harus dapat menjaganya dengan pemeliharaan secara baik.

Acep juga menekankan, agar pembangunan di desa dilakukan untuk hal yang bersifat primer terlebih dahulu, agar tidak mengganggu pembangunan yang lainnya. “Pembangunan tata ruang sesuai kaidah harus berkelanjutan, seiring perkembangan zaman dan teknologi, hingga manfaatnya dirasakan generasi penerus secara optimal,” pungkasnya. (mc kuningan)