Buka “Talk Village”, Wabup Minta Pelaku Ekraf Manfaatkan Digitalisasi

Kategori: 

PASWAHAN,- Sebagai bentuk dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), menggelar “Talk Village” pengembangan ekonomi kreatif, bertempat di Pendopo Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Selasa (29/9/2020).

Acara yang mengupas tentang desain produk, branding, dan strategi digital marketing itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, SH., M.Si yang ditandai dengan pemukulan gong. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, Kepala Bidang Industri Pariwisata Diparbud Jawa Barat, Aziz Zulfikar, Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Kuningan, Dr. H. Toto Toharudin, M.Pd, Camat Pasawahan, Cece Hendra Krissianto, S.STP., M.Si, Kades Cibuntu, H. Awam Hamara, jajaran Komite Ekraf dan sejumlah pelaku Ekraf di Kabupaten Kuningan, serta undangan lainnya.

Wabup Kuningan, H. M Ridho Suganda, dalam sambutannya mengatakan, dengan perkembangan teknologi digital saat ini, seyogyanya dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama bagi pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Kuningan. Dengan pemanfaatan yang baik pada teknologi digital, menurut Wabup, usaha kreatif diyakini akan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Selain kreatif dalam membuat berbagai macam produk, para pelaku ekraf juga harus dapat memanfaatkan teknologi digital yang semakin berkembang sekarang ini. Sehingga produk-produknya menembus pasar yang lebih luas. Ada istilah, “Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnisnya mendunia”,” imbuhnya.

Diungkapkan Wabup, potensi ekraf dewasa ini sangatlah besar. Hal itu dapat terlihat dari daya tarik terhadap kreativitas yang jadi ciri khas usaha ekraf itu sendiri. Selain itu, permintaan terhadap produk ekraf, baik di pasar dalam negeri, maupun luar negeri, menurutnya, sejatinya sangatlah besar.

Hanya saja, Wabup melihat banyak banyak pelaku usaha ekraf saat ini belum terlalu mengoptimalkan perangkat digital yang ada. Padahal, saat ini, menurutnya, usaha ekraf justru sedang gencar-gencarnya didukung oleh penyedia aplikasi e-commerce, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Digitalisasi ekraf peluangnya besar sekali asal bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Saya punya contoh, di Desa Tangkolo Kecamatan Subang dan Desa Kaliaren Kecamatan Cilmus, ada anak-anak muda yang terjun di dunia digital marketing, penghasilan mereka dalam setahun mencapai 5 Milyar. Saya berharap, yang lain juga (red_pelaku ekraf) dapat secara maksimal memanfaatkan teknologi digitalisasi," tuturnya.

Dengan digelarnya acara “Talk Village” Wabup berharap, para pelaku ekraf di Kabupaten Kuningan bisa mempunyai sebuah motivasi dan optimisme di tengah pandemi Covid-19.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Kuningan mengucapkan terima kasih kepada Disparbud Jawa Barat dan sangat menyambut baik kegiatan ini dalam upaya mengenal dan membina pariwisata serta ekraf di Kabupaten Kuningan. Insya Alloh dengan kegiatan seperti ini, ekraf di Kabupaten Kuningan bisa mempunyai sebuah motivasi dan optimisme di tengah pandemi ini. Saya berkeyakinan, dengan ekraf inilah, ekonomi bangsa kita akan kembali bangkit,” tutupnya. (Bid IKP/Diskominfo)