Indonesian English

Bupati Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana

Kategori: 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengharapkan masyarakat terhindar dari perbuatan melanggar hukum. Misalnya penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba). Oleh sebab itu perlu meningkatkan upaya pencegahan agar masyarakat terutama generasi muda tidak terbawa arus perbuatan negatif.

“Saya mengharapkan Kabupaten Kuningan semakin kondusif, masyarakat terhindar dari perbuatan melanggar hukum,” kata Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, saat menghadiri Pemusnahan Barang Bukti Tahun 2017-2018, di Halaman Kejaksaan Negeri Kuningan, Kamis (13/9/2018). .

Menurutnya, segala bentuk pelanggaran hukum membawa dampak buruk serta merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Oleh sebab itu perlu dicegah dengan berbagai cara sehingga segala bentuk tindak kejahatan bisa dihindari. "Mari kita perangi segala bentuk kejahatan, salah satunya dengan memerangi peredaran Narkotika dan Obat Terlarang (Narkotika)".

Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inckracht) yang sebagian besar obat-obatan (psikotropika). Sementara barang bukti lainnya peralatan seperti handphone dan senjata tajam yang dipakai tindak pidana.

Tampak hadir Kapolres Kuningan AKBP. Iman Setiawan, S.IK, perwakilan dari Pengadilan Negeri Kuningan, Kodim 0615 Kuningan, dan perwakilan dari BNN Kabupaten Kuningan. Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Adhyaksa Darma Yuliano, SH., MH., pemusnahan barang bukti tersebut merupakan perwujudan dari tugas institusi kejaksaan sebagai eksekutor dalam proses peradilan pidana.

“Proses bermula dari tahap penyidikan dari kepolisian, kemudian diserahkan kepada kejaksaan dalam tahap penuntutan. Selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan untuk menjalani proses persidangan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Adhyaksa Darma Yuliano.

Adhyaksa menerangkan, setelah inckracht maka kejaksaan melakukan eksekusi terhadap proses putusan Pengadilan. Terhadap barang buktinya dapat dikembalikan kepada korban atau terdakwa atau orang yang berhak, dirampas untuk negara atau dirampas untuk dimusnahkan. Barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut merupakan hasil dari 50 (lima puluh) perkara pidana mulai dari bulan November 2017 sampai dengan Agustus 2018.

Barang bukti antara lain narkotika jenis sabu-sabu, narkotika jenis ganja, obat jenis tramadol, obat jenis trihexyphenidhyl, obat jenis hexymer, obat jenis dextromethorphan, obat jenis merlopam, obat jenis alprazolam, petasan, beras serta peralatan seperti senjata tajam, alat hisap (bong), Handphone dan lain-lain.(Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan)