Bupati Resmikan Gedung pemerintahan Desa Cileuya

Kategori: 

Kegiatan peresmian gedung kantor Pemerintahan Desa Cileuya, kecamatan Cileuya secara simbolis dilakukan dengan pengguntingan pita oleh bupati Kuningan, H. Acep Purnama SH., MH., sabtu (08/08/20).

Peresmian ini dihadiri oleh kepala DPMD Kabupaten Kuningan, kepala BPN Kabupaten Kuningan, kepala APDESI Kabupaten Kuningan, kepala Inspektorat Kabupaten Kuningan, Camat Cimahi, kepala desa Cileuya, beserta para tamu undangan.

Dalam sambutan yang diberikan oleh Kepala Desa Cileuya, membahas mengenai pembangunan gedung desa Cileuya yang telah selesai kurang dari kurun waktu 2 tahun, terdapat pengeboran dua sumur di desa Cileuya untuk mengatasi masalah kekurangan air pada musim kemarau yang terjadi di 4 dusun.

Masyarakat desa Cileuya juga aktif dalam kegiatan kawula muda diantaranya pembuatan film dan mengelola desa wisata yang nantinya diharapkan bisa untuk menambah sektor wisata di Kabupaten Kuningan. Harapan laiinya untuk kemajuan desa Cileuya yakni menjadi desa “masagi” yang berarti mandiri, agamis, sejahtera, gotong royong dan birokrasi.

Menurut Camat Cimahi, penerimaan SPPT Kabupaten Kuningan pada tanggal 3 Maret yang diserahkan melalui kepala desa di kecamtan Cimahi, khusus untuk desa Cileuya merupakan desa paling tercepat dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan. Hal ini dibuktikan pada tanggal 15 juli 2020 terdapat 10 desa kecamatan Cimahi telah melunasi kewajiban membayar pajak.

Selanjutnya, dalam sambutannya Bupati Kuningan menegaskan, untuk memaklumi penyelenggaraan pemerintahan yang terbentuk melalui 5 unsur yaitu adanya keanekaragaman, partisipasi, demokrasi, otonomi asli dan pemberdayaan. Dari 5 unsur tersebut terdapat 2 unsur yang telah terwujud, yakni partisipasi dan pemberdayaan.

Pembangunan kantor gedung desa Cileuya dirasa cukup representatif dan strategis untuk mengurusi segala aspek di Desa Cileuya. Desa Cileuya mendapatkan program PTSL, yakni Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap. Dikatakan PTSL karena setiap tanah di Kabupaten Kuningan cukup luas dengan hanya surat bukti SPPT. Namun hal tersebut sebenarnya bukan alat sah kepemilikan sebuah tanah. Terkait PTSL, dulu disebut PRONA AGRARIA merupakan program dari pemerintah Indonesia yakni pensertifikatan 1 juta bidang tanah, dan untuk ke-sekian kalinya Kuningan mendapatkan 50rb bidang tanah termasuk Cileuya. Maka dari itu jangan sia-siakan adanya PTSL karena dengan adanya PTSL pengelolaan tanah jadi semakin mudah.

Dengan adanya kebijakan pensertifikatan ini membuktikan keabsahan kepemilikan tanah secara hukum, legal, formal dan aman. Dengan sertifikat tersebut nilai aset tanah akan meningkat. Harapan bupati semoga Kabupaten Kuningan serta Desa Cileuya dapat maju dari segala aspek dan dapat berkembang ke arah yang lebih baik. Maka dari itu perlu adanya dukungan dan peran serta dari masyarakat semua agar segala harapan dapat terwujud dengan baik. (BID/IKP/DISKOMINFO)