Indonesian English

Bupati Resmikan Kampus Pelopor Tertib Lalulintas

Kategori: 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama dan Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan dan Rektor STKIP Muhammadiyah Samsudin, menandatangani prasasti menandai diresmikannya Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kuningan sebagai Kampus Pelopor Tertib Lalulintas, di Kampus STKIP Muhammadiyah, Sabtu (22/12/2018).

"Terima kasih saya sampaikan kepada jajaran STKIP Muhammadiyah yang telah telah berperan serta dalam meningkatkan sumber daya manusia masyarakat, termasuk komitmennya menerapkan kampus tertib lalu lintas," kata Bupati Acep Purmnama. Ia menambahkan, hal itu patut mendapat apresiasi. Bukan hanya mahasiswa yang memiliki kesadaran itu, tapi harus diterapkan pula di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, untuk menunjang keselamatan lalulintas hampir 89 persen jalan di Kabupaten sudah diperbaiki. "Bagaimana pun juga jalan harus terpelihara dengan baik termasuk soal pelebaran jalan, karena urusan lalul lintas menjadi tanggungjawab bersama,"jelasnya.

Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan, mengatakan bahwa Bupati Kuningan merupakan pemimpin pembawa perubahan untuk budaya tertib lalu lintas. "Karena jangan sampai dari lalu lintas ini akan membawa korban, untuk itu tertib lalu lintas harus kita lakukan", kata Kapolres Iman Setiawan.

Usai itu dilanjutkan dengan pemberian helm SNI kepada mahasiswa dan dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan, dan penandatangan prasasti oleh Rektor, Kapolres dan Bupati. 

Rektor STKIP Muhammadiyah, Syamsudin, menuturkan, hal ini merupakan bagian dari menerapkan disiplin dan perilaku tertib. Untuk menjadi mahasiswa dibutuhkan kedisiplinan, kerja keras, jujur, dan bersih.

Untuk menetapkan tertib lalu lintas di Kampus STKIP Muhammadiyah ini, ia menerapkan Slogan PUNTEN yang meliki makna, Pastikan motor lengkap dan sehat. Usahakan cukup waktu sebelum waktu. Niat untuk selamat diperjalanan. Taati rambu rambu lalu lintas. Emosinya dikendalikan dijalan. Dan Ngebut di jalan jangan dilakukan.

"Sekarang yang berlangsung di kampus ketika masuk harus menggunakan helm, dan kendaraan tidak bisa keluar jika tidak bisa menunjukan STNK," ujarnya. Ia memberikan contoh negara Pinlandia merupakan negara yang tertibnya diawali dari sekolah. Sehingga peranan para guru sangat berpengaruh terhadap pembenahan SDM. Malahan skornya menjadi guru lebih tinggi dari kedokteran karena guru banyak hal untuk membenahi.