Indonesian English

Daftarkan Segera ! BPJS Kesehatan Bayi Dalam Kandungan

Diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 lalu, kini sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Selain perawatan penyakit, BPJS Kesehatan juga menanggung biaya persalinan bagi ibu yang akan melahirkan.

Jika ditahun-tahun awal BPJS Kesehatan berdiri, biaya persalinan ibu melahirkan termasuk biaya perawatan bayi ditanggung BPJS. Namun seiring berjalannya waktu, regulasi kepesertaan BPJS Kesehatan pun mengalami perubahan. Contoh, BPJS Kesehatan hanya menangung biaya persalinan bagi ibu melahirkan, sementara apabila terjadi kelainan pada bayi dan pihak fasilitas kesehatan harus memberi tindakan pada bayi tersebut, maka biaya perawatannya diluar tanggungan BPJS Kesehatan.

Banyak terjadi kasus dalam persalinan, ketika ibu melahirkan sebagai peserta BPJS Kesehatan sudah diijinkan pulang, sementara bayinya masih ditahan pihak rumah sakit karena belum dibayarnya biaya perawatan bagi si bayi, Sehingga tidak jarang kejadian tersebut menimbulkan konflik antara orang tua bayi dan pihak rumah sakit.

Kasus tersebut terjadi karena ketidaktahuan mengenai aturan itu sebab minimnya informasi yang diperoleh masyarakat. Tidak perlu saling menyalahkan siapa yang berhak dan bertugas dalam memberikan informasi, menyebarluaskan informasi adalah tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat yang memilki dan mengetahui informasi itu.

Agar kasus persalinan tersebut tidak kembali terjadi, sebagai antisipasi, masyarakat dalam hal ini ibu hamil diminta untuk mengikut sertakan calon bayi yang berada dalam kandungannya. Janin atau calon bayi dalam kandungan yang detak jantungnya sudah terdeteksi, bisa segera didaftarkan ke BPJS Kesehatan untuk menjadi peserta JKN.

Menanggapi beberapa kasus persalinan yang terjadi, Kepala BPJS Kesehatan Klok Kuningan, Budi Sukwara, SKM., M.H.Kes, Rabu (2/8/2017) mengatakan, para orang tua/Ibu Hamil yang sudah mendekati usia persalinan untuk segera mendaftarkan calon bayinya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Cukup melampirkan keterangan dari dokter atau bidan bahwa detak jantung bayi sudah terdeteksi.

"Ga ada masalah untuk mendaftarkan calon bayi kita meskipun namanya belum ada. Ketika sudah diusia kandungan 8 bulan, sebaiknya di daftarkan saja. Dengan syarat ada surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan bahwa ada tanda kehidupan anak dalam kandungan," kata Budi.

Menurutnya, jika sudah didaftarkan dari awal, maka setelah lahir bayi sudah bisa langsung mengakses layanan program JKN karena terdaftar sebagai peserta BPJS.  Hal itu dinilai perlu untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi pada bayi saat dilahirkan. Sehingga orangtua tidak diberatkan dalam biaya untuk tindakan medis yang dilakukan kepada bayinya.

"Soal iurannya tidak perlu dibayar sebelum anaknya lahir. Dan saat anak lahir, iurannya dibayarkan maka kartu tersebut bisa langsung aktif. Tidak menunggu sampai 1 Minggu. Untuk melengkapi syarat kartu BPJS anaknya nanti orangtua diberikan waktu 3 bulan. Tidak ada aturan BPJS Kesehatan yang memberatkan peserta," tuturnya.

Selanjutnya Budi menyampaikan, bahwa kesadaran masyarakat di Kabupaten Kuningan akan pentingnya BPJS Kesehatan cukup tinggi. Sampai dengan Akhir Juni 2017 tercatat 67,5 persen Dari 1,2 juta jumlah penduduk di Kabupaten Kuningan sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. (Yudi/MC Kuningan)