Dirjen Kesehatan Ikan dan Lingkungan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Gelar Sosialisasi Dampak Umbalan di Waduk Darma

Sosialisasi Dampak Umbalan di Waduk Darma

Proses/peritiwa naiknya air bawah diikuti dengan turunnya air atas (umbalan), menyebabkan adanya perubahan suhu air. Hal ini sangat mempengaruhi kondisi kesehatan ikan yang berakhir dengan kematian secara massal. Fenomena alam “umbalan” inilah yang tengah dihadapi Petani Keramba Jaring Apung (KJA) dan nelayan ikan di Waduk Darma, yang mengakibatkan minimnya hasil tangkapan dan kerugian besar petani KJA tersebut. Melihat kondisi tersebut, Direktorat Jendral Kesehatan Ikan dan Lingkungan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Kuningan, Kamis (25/09/2014) menggelar Sosialisasi Dampak Umbalan Pada Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung di Waduk Darma, bertempat di Aula Gedung Balai Desa Jagara Kec. Darma Kab. Kuningan.
 

Kegiatan yang diikuti puluhan petani ikan KJA dan nelayan Waduk Darma, dihadiri oleh Prof. Endi Setiadi Kartamiharja, Peneliti dari Balai Pusat Penelitian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Kuningan, Ir. Bunbun Budiyasa beserta jajaran, Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk – Cisanggarung, Dodo Wardoyo, Camat Darma, Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat dan sejumlah undangan lainnya.
 

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Kuningan, Ir. Bunbun Budiyasa dalam sambutannya mengatakan, fenomene alam “umbalan” memang tidak bisa dihindari, namun harus berupaya mencari solusi untuk menangulanginya, karena akibat dari umbalan sangat merugikan para petani ikan.
 

“ Umbalan mengakibatkan puluhan ton ikan mati, para petani ikan keramba jaring apung rugi dan nelayan sedikit mendapatkan tangkapan ikan, nah ini akan berdampak pada menurunnya perekonomian petani ikan di Waduk Darma,” kata Bunbun.
 

Selanjutnya Bunbun menyampaikan, sesuai dengan Visi Kab. Kuningan “Mandiri, Agamis dan Sejahtera Tahun 2018”, untuk mencapai kemandirian di bidang ekonomi, maka dibutuhkan solusi untuk menangani masalah umbalan, yang akan meningkatkan hasil panen dan tangkapan ikan petani jaring apung dan nelayan di Waduk Darma.
 

Selanjutnya Peneliti dari Balai Pusat Penelitian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Endi Setiadi Kartamihaja, dalam pemaparan materinya mengemukakan, selain umbalan, faktor lain penyebab menurunya hasil panen KJA dan tangkapan nelayan, adalah pencemaran air dan pendangkalan. Menurut penelitiannya yang pernah dilakukan pada tahun 2002, debit air di Waduk Darma mencapai 39 juta meter kubik, namun saat ini mengalami penurunan menjadi 30 juta meter kubik.
 

Solusi untuk meningkatkan hasil panen dan tangkapan ikan, menurut Endi bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya memperhatikan jarak waktu tebar terhadap panen ikan, mengukur kedalaman jaring, membuat jaring ganda, menertibkan KJA yang tidak beroprasi dan melakukan pengerukan dasar waduk yang diakibatkan oleh sedimen/pendangkalan.
 

Pada kegiatan sosialisasi tersebut, Direktorat Jendral Kesehatan Ikan dan Lingkungan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, sekaligus menyerahkan bantuan berupa alat laboratorium kesehatan ikan kepada Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kab. Kuningan. ( Sumber : Yudi, Bidang Komunikasi Diskominfo Kuningan ).

Sosialisasi Dampak Umbalan di Waduk Darma
Sosialisasi Dampak Umbalan di Waduk Darma
Sosialisasi Dampak Umbalan di Waduk Darma