Gerakan Pramuka Bentuk Karakter dan Jiwa Nasionalisme

Kategori: 

Revitalisasi Gerakan Pramuka telah dikumandangkan melalui disahkannya UU No. 22 Tahun 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang Gerakan Pramuka pada 26 Oktober 2010 yang lalu, hal tersebut merupakan tanggung jawab pengurus pramuka seluruh Indonesia.

Dengan lahirnya Undang-Undang tentang Gerakan Pramuka tersebut merupakan angin segar bagi bangkitnya organisasi ini. Revitalisasi diharapkan menjadikan organisasi tersebut dicintai oleh generasi muda dan mampu menepis dampak buruk dari globalisasi yang tengah menyerang generasi muda saat ini.
Demikian dikemukakan perwakilan Kwartir Daerah, Baim Setiawan, M.Ag saat menghadiri Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, Rabu (1/2) bertempat di gedung KNPI Kabupaten Kuningan, Ikut menghadiri Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda, S.Sos, Dandim 0615 Kav, Sugeng Waskito Aji, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kuningan, Drs. Maman Suparman, MM, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Drs. H. Dadang Supardan, M.Si.
Menurutnya, Gerakan Pramuka harus menjadi wadah bagi kegiatan kepemudaan sehingga gerakan pramuka menjadi solusi mengurangi kenakalan remaja, bahaya narkoba serta masalah-masalah kepemudaan lainnya. Gerakan Pramuka, lanjut Ia, diharapkan juga mampu membangkitkan rasa patriotisme dikalangan generasi muda sebagai penerus bangsa, kepatriotan bisa dibangkitkan secara menyeluruh melalui gerakan pramuka.
Terkait Muscab, Ia berharap untuk memprioritaskan calon ketua yang memiliki program kerja yang baik, jelas dan mengembangkan organisasi Gerakan Pramuda kearah yang lebih baik.
Sementara itu Bupati Aang dalam sambutannya mengatakan, banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan kepramukaan, diantaranya membentuk karakter dan jiwa nasionalisme.
Menurutnya, gerakan pramuka dapat dijadikan sebagai alternative pendidikan pembentukan karakter yang bersifat preventif, pendidikan kepramukaan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa.
Diakuinya, bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang relatif lama, namun memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat. Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula menjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan dalam upaya penyelamatan generasi muda sebagai penerus bangsa.
Bupati Aang berpesan dalam penyelenggaraan Muskab seyogianya dilaksanakan sesuai dengan agenda yang telah ditentukan serta menghasilkan rumusan-rumusan untuk pengembangan gerakan pramuka. ( Sumber : Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan )