Indonesian English

Membuka Akses Jalan Dusun Jabranti

Kategori: 

Pemerintah daerah melalui tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, kini sedang memenuhi beberapa kebutuhan setelah bencana alam pergerakan tanah longsor dan banjir di beberapa kecamatan yang menyebabkan ribuan warga harus mengungsi.

Selain upaya penyediaan pemenuhan kebutuhan logistik, hunian sementara, sarana infrastruktur jalan tak kalah penting bagi warga yang terdampak bencana. Seperti upaya penanganan yang sedang dilakukan bagi warga terdampak bencana di Dusun Banjaran, Winduherang, Dusun Jabranti, Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana serta daerah lainnya.

Berdasarkan laporan tim BPBD Kabupaten Kuningan, seluruh pengungsi Dusun Banjaran sudah kembali ke Dusun Banjaran setelah beberapa hari tinggal di lokasi pengungsian Banjarkadataon. Mereka pulang ke kampung halamanya, menyusul dibangunnya jembatan sementara yang bisa dilalui oleh warga pengungsi.

“Penyintas sudah kembali ke daerahnya, melalui penyeberangan jembatan sementara yang terbuat dari bambu. Mereka sudah melaksanakan aktivitas normal,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, Rabu (7/3/2018).

Menurutnya, berdasarkan kajian tim dalam upaya pemulihan warga terdampak bencana khususnya di Dusun Banjaran, Dusun Winduherang dan Dusun Jabranti perlu membuka akses jalan dan perbaikan jaringan listrik PLN.

“Pembukaan akses jalan dari Desa Jabranti menuju Dusun Banjaran dan Dusun Winduherang, kini sedang dilakukan dengan menggunakan alat berat,”imbuhnya.

Sejak terjadi bencana alam beberapa lalu, upaya penanganan bencana alam di daerah itu serta daerah lainnya dilakukan dengan melibatkan unsur BNPB RI, BPBD Propinsi Jabar, BPBD Kabupaten Kuningan, Tim Kesehatan, TNI, Polri, Pol PP, Relawan Penggiat PB.

 

DI KECAMATAN CINIRU

Sementara itu, penanganan warga terdampak bencana di Desa Pinara, saat ini dilakukan dengan membuat septik tank di belakang area posko pengungsian Gedung PGRI Kecamatan Ciniru , karena septik tank yang biasa digunakan sudah penuh.

Aula kecamatan alih fungsi jadi tempat logistik, pengungsi dipindahkan ke gedung rumawat serta membuka akses jalan menuju Desa Pinara dengan menggunakan alat yang hingga kini masih berlangsung.

Untuk penanganan warga terdampak bencana di Desa Gunungmanik, tim BPBD mengkaji kebutuhan logistik dan kebutuhan ruang belajar murid kelas V dan VI SD. Sementara posko evakuasi di halaman Kantor Pemerintah Desa Gunungmanik tetap didirikan, guna mengantisipasi curah hujan tinggi warga bisa mengungsi ke lokasi tersebut.

Masyarakat beraktivitas seperti biasa, begitu pula murid 5 dan VI SDN Gunungmanik belajar dengan dengan memanfaatkan ruang TPA dan perpustakan.

Di Desa Pamupukan, sejumlah warga dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertimpa longsor dibantu petugas menggunakan alat berat, sedangkan .di Desa Cipedes akses poros desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

 

DI KECAMATAN MALEBER

Sebanyak 156 jiwa atau 49 kepala keluarga warga Dusun Cigerut Wetan yang terdampak bencana kini masih bertahan di lokasi pengungsian, menempati bangunan SMK Samsudin.

Sementara masih ada satu kepala keluarga yang warga Dusun Cigerut Kulon yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan logistik masih bisa bertahan untuk satu minggu ke depan untuk kebutuhan para pengungsi korban bencana Desa Pinara. (Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan)