Musrenbang Penyusunan Perubahan RPJMD Kabupaten Kuningan tahun 2018 – 2023

Kategori: 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) dalam rangka Penyusunan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kuningan Tahun 2018-2023.

Hadir dalam acara tersebut Pimmpinan DPRD dan Para Ketua Komisi DPRD Kabupaten Kuningan, Wakil Bupati Kuningan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, dan Kepala Bagian Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Kepala Perangkat Daerah Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Camat Se-Kabupaten Kuningan, Pimpinan Perguruan Tinggi, Bumn, Bumd, Instansi Vertikal Di Wilayah Kabupaten Kuningan, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan, Ormas Keagamaan, Organisasi Profesi, Lsm, dan Insan Pers, Undangan, serta Peserta Musrenbang Perubahan RPJMD.

Penyelenggaraan musrenbang perubahan rpjmd ini merupakan salah satu tahapan dari rangkaian penyusunan perubahan RPJMD acara ini dalam rangka mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus sebagai wadah partisipasi untuk menghasilkan perencanaan daerah yang lebih aspiratif dan transparan serta dapat pula dipertanggungjawabkan (akuntabel). Teknis penyusunan dokumen perubahan RPJMD.

Pelaksanaan musrenbang perubahan RPJMD diatur dalam permendagri nomor 86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian,dan evaluasi pembangunan daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah, serta tata cara perubahan rencana pembangunan jangka panjang daerah, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah.

“Untuk kurun waktu 3 tahun tahun kedepan, sesuai dengan perda rpjmd kabupaten kuningan no 7 tahun 2019, kami memiliki visi dan misi sebagai target utama pencapaian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perangkat daerah secara holistik dan terintegrasi, yaitu kuningan maju berbasis desa tahun 2023” ujar Bupati Kuningan.

Terdapat tujuh isu strategis dalam perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd) 2018-2023 yang merujuk pada tantangan pembangunan, yaitu penurunan kemiskinan, penerapan e-government, peningkatan investasi daerah, pengendalian pemanfaatan ruang kawasan rawan bencana alam, pengembangan pariwisata berbasis komunitas dan desa serta ekonomi kreatif, terakhir adalah peningkatan ketahanan pangan.

Isu strategis ini yang kemudian memunculkan pendekatan pembangunan berbasis desa atau yang dikenal dengan strategi "desa pinunjul". Konsepsi ini telah disepakati bahkan telah berkembang menjadi pengikat kerja sama kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, dan media secara total, umkm mengalami penurunan omset, sektor industri mengalami stagnansi dan berakibat pada pengurangan dan pemutusan hubungan kerja, investasi mengalami penundaan dan pada ketahanan pangan memerlukan intervensi pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan segala kemampuan dan strategi yang kita miliki dalam pengurangan pengangguran, penaggulangan kemiskinan, penerapan egovernment, peningkatan investasi daerah, pengembangan pariwisara berbasis komunitas dan desa serta ekonomi kreatif dan peningkatan ketahanan pangan dapat menstabilkan kembali kondisi perekonomian dan menjadikan kuningan sebagai kabupaten harapan kita bersama. Yang maju, sesuai harapan bersama.” Pungkasnya. (Bid/Ikp/Diskominfo)