Pelantikan Dan Pembukaan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Perguruan Silat Bima Suci Masa Bakti 2020-2024

Kategori: 

Bupati Kuningan H Acep Purnama, SH.,MH Melantik sekaligus membuka Rapat Kerja (RAKER) Pengurus Perguruan Silat Bima Suci masa bakti 2020-2024 yang bertempat di Ballroom Hotel De Jehans Sangkanhurip Jalan Raya Sangkanhurip Kuningan, Minggu (27/09/20). Turut hadir menyambut Bupati dalam kegiatan Tersebut, Raja Kesultanan KeCirebonan, Raja Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, FORKOPIMDA Kabupaten Kuningan, Pimpinan SKPD Kabupaten Kuningan, Guru Besar Perguruan Silat Bima Suci Kuningan, Ketua KONI Kabupaten Kuningan, Ketua IPSI Jawa Barat, Ketua IPSI Kabupaten Kuningan, Ketua Umum Perguruan Silat BIma Suci Kuningan, Perwakilan Perguruan Pencak Silat se Kabupaten Kuningan, beserta anggota Perguruan Pencak Silat Bima Suci.

Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Guru Perguruan Silat Bima Suci Pencak Silat Ciremai No.01/K/dewanguru/bimasuci/VI2020 Tentang Pengesahan pengurus Besar Perguruan Silat Bima suci 2020-2024 beserta pengurus 45 orang yang dilantik.

“Ketua bima suci merupakan hadiah bagi saya, karena pada saat itu forum memilih saya sebagai ketua umum terpilih, dan mulai saat itu saya berkomitmen dalam mencapai visi misi Bima Suci, salah satu misinya yaitu mencetak kader berkarakter dengan iman dan takwa , Bima Suci unggul prestasi dan Bima Suci mandiri. Dengan ini saya mengajak kepada seluruh jajaran pengurus besar masa bakti 2020-2024 dan keluarga besar Perguruan Silat Bima Suci menjadikan Bima Suci sebagai rumah ilmu, dan kita memiliki kewajiban terus mensyiarkan ilmu dalam pembangunan Nasional khususnya dibidang pembentukan karakter generasi penerus Bangsa.” Ungkap Ketua Umum Perguruan Silat Bima Suci Mukhlis Aminudin.

Ketua Dewan Pembina Perguruan Pencak Silat Bima Suci Dr. Ukas Suharfaputra, MP menyampaikan, “ Bahwa saat ini kita masuk pada zaman perubahan yang cepat tidak bisa diduga, sosial politik dan budaya penuh dengan kejutan, penuh dengan hentakan yang tidak bisa di prediksi, untuk bisa bertahan hidup untuk bisa tetap tumbuh dalam situasi tersebut, satu satunya kemampuan yang harus kita perkuat adalah gaya bernafas , gaya penyesuaian diri dan managemen keuangan, kondisi itu juga dihadapi oleh Bima Suci, bukan hanya oleh masyarakat global tetapi oleh kita masyarakat lokal, dan tentunya dalam situasi itu , strategi itupun harus menyesuaikan dan dilakukan dengan peningkatan-peningkatan yang bisa menyesuaikan terhadap perubahan yang cepat, kalo tidak seperti itu bisa dipastikan sebuah organisasi atau bangsa sekalipun akan tertinggal. Kaitan dengan eksistensi Bima Suci Pihak yang sangat peduli terhadap Bima Suci, saya ingin berpesan kepada semuanya, kelolalah organisasi dengan kemampuan adaptif yang semakin tinggi, karena sudah bukan jamannya lagi kita mengelola rutinitas, tapi harus bisa mengelola perubahan. “ Jelasnya.

Pada acara yang sama, Ketua IPSI yang diwaklili oleh sekretarisnya menyampaikan,” Bima Suci Ini merupakan salah satu Icon dari Perguruan silat yang ada di Jawa Barat khususnya yang berada di Kabupaten kuningan, dan mudah mudahan untuk nanti PON di Papua IPSI Jawa barat ini dapat menjadi juara umum, saya juga tidak lupa mengucapkan selamat kepada Ketua Umum terpilih, mudah mudahan anggota bima suci ini memiliki jiwa olahraga dan memiliki pemikiran untuk berprestasi, karena Silat ini merupakan suatu seni dan budaya budaya yang harus kita pertahankan harus kita kembangkan”.

Sejalan dengan hal tersebut Bupati Kuningan Meyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya dan ucapan selamat atas dilantiknya Kepengurusan Baru di Perguruan Silat Bima Suci Kabupaten Kuningan.

“Silat dan tuntunan agama itu tidak bisa di pisahkan, di dalam silat pasti ada tuntunan agama , Moto Bima Suci Sholat, Sholawat, Silat dengan tuntunan agama. Saya berharap hal ini dapat membangun mental spiritual dan membangun jati diri sebagai pribadi maupun anak bangsa. Insya Allah dengan diawali kegiatan ini kita kedepannya dapat menyaksikan kelanjutan Bima Suci. Kita ketahui seorang Bima Suci boleh berakhir di telan bumi tetapi karyanya tidak akan hilang dan akan tetap wajib di lestarikan.’ Pungkas Bupati. (BID/IKP/DISKOMINFO)