Pemkab Kuningan Gelar Rakor Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi

KUNINGAN,- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Tahun 2020, Kamis (12/11/2020) di Ruang Rapat Linggajati, Gedung Setda Kuningan.

Hadir dalam Rakor tersebut, Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, SH., M.Si, Sekda Kuningan, Dr. H. Dian RAchmat Yanuar, M.Si, Kasdim 0615/Kuningan, perwakilan Polres Kuningan, Para Kepala SKPD, Kepala Badan Geologi BAndung, Kepala BMKG Stasiun Meterologi Kertajati Majalengka, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Para Camat, BTNGC, Perum Perhutani, serta undangan lainnya.

Sekda Kuningan, yang juga merupakan Kepala BPBD, saat membuka rapat menyampaikan, bahwa mulai bulan Oktober 2020 hingga April 2021, Indonesia akan mengalami kejadian "La Nina" sehingga akan mengalami curah hujan diatas rata-rata yang berpotensi menimbulkan bencana dibeberapa daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.

Sehubungan dengan hal tersebut, sambungnya, maka perlu dilaksanakan langkah antisipasi koordinasi serta perencanaan dan persiapan menghadapi kemungkinan-kemungkinan terkait potensi dan ancaman terjadinya bencana alam, baik banjir, longsor, pergerakan tanah serta bencana alam lainnya. "Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peran serta seluruh masyarakat yang harus dimaksimalkan oleh masing-masing pimpinan wilayah dalam hal ini Para Camat karena bencana bukan hanya persolana pemerintah tapi persoalan kita bersama," tandasnya.

Sementara, Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, dalam arahannya mengemukakan, dalam melakukan langkah antisipasi fenomena alam La Nina bencana Hidrometerologi, beberapa kecamatan perlu melakukan kesiap siagaan dalam menghadapi bencana. Diantaranya 15 kecamatan rawan tanah longsor (Kadugede, Nusaherang, Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Ciwaru, Garawangi, Ciniru, Hantara, Maleber, Karangkancana, Cibeureum, Cibingbin, Cimahi) dan 4 Kecamatan Rawan Banjir (Cibingbin, Cibeureum, Cidahu, Luragung).

"Perlu diwaspadai dalam menghadapi fenomena La Nina antara lain, hujan lebat, angin kencang/puting beliung, sambaran petir, banjir bandang, dan tanah longsor," kata Wabup.

Sebagai bentuk kesiagaan, dikatakan Wabup, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 360/2953/BPBD, Tanggal 10 NOvember 2020 tentang Kesiapsiagaan menghadapi Bencana Hidrometerologi Tanah Longsor, Pergerakan Tanah dan Banjir, kepada SKPD terkait dan kecamatan-kecamatan rawan bencana Hidrometerologi.

"Ini menjadi perhatian kita semua, diharapkan seluruh pihak terkait dengan seluruh sumber daya yang ada dapat segera mempersiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, keterpaduan dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah Kabupaten Kuningan, mulai dari saat siaga darurat bencana, saat terjadi kejadian bencana, dan pasca bencana," tutupnya. (Bid IKP/Diskominfo)