Pemkab Kuningan Gelar Rapat Persiapan KBM pada Masa AKB

Kategori: 

KUNINGAN, - Memasuki tahun ajaran baru yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat 13 Juli 2020, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melakukan Rapat terkait pembahasan persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Kuningan. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si menjelaskan rapat dilakukan dengan Pakar-pakar Pendidikan, sebagai saran pandang dalam sektor pendidikan dimasa new normal. Sekda menegaskan dimana kelangsungan proses KBM harus terjamin dan terlaksana dalam situasi apa pun, akan tetapi dalam kondisi pandemi saat ini, tentu diperlukan berbagai pertimbangan yang matang demi kesehatan dan keselamatan bersama, terlebih jika merujuk pada pedoman atau panduan penyelenggaraan pendidikan dimasa pandemi yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Seperti diketahui bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluarkan Panduan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) untuk 30 bidang kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat di tengah pandemi virus corona, termasuk sektor pendidikan didalamnya. Level I ditandai warna hijau, Level II ditandai warna biru, Level III ditandai warna kuning, Level IV ditandai warna merah, dan terakhir level V ditandai warna hitam. Untuk zona hijau akan diberlakukan pembatasan antar-provinsi, zona biru berupa pembatasan dalam provinsi, sementara untuk zona kuning akan dilakukan pembatasan dalam dan antar-provinsi. Sementara untuk zona merah bakal diterapkan pembatasan dalam kabupaten dan kota, sementara jika sudah masuk zona hitam pembatasan dilakukan dalam kelurahan dan desa.

Untuk sektor pendidikan, hanya di zona hijau sekolah diizinkan dibuka. Sementara di zona lain, sekolah harus benar-benar ditutup. Metode belajar yang diterapkan yakni pembelajaran dengan sistem daring. Dan di Jawa Barat, hanya Sukabumi yang merupakan zona hijau. Sementara Untuk Kabupaten Kuningan dinyatakan masuk sebagai zona biru.

Sementara itu Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH dalam rapat menuturkan "pertemuan ini sebagai dasar untuk mengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, Saya minta untuk bersabar dulu menunggu hasil swab yang belum diketahui hasilnya dengan sisa jumlah sekitar 700 lebih yang telah di swab. Dan berharap dengan penuh keyakinan agar hasilnya negatif. Setelah Kabupaten Kuningan zero kasus kemarin ternyata harus dikejutkan dengan hasil swab pertama adanya saudara-saudara kita yang hasil swabnya positif" tuturnya.

Bupati berharap ketika kebijakan terkait proses KBM Tahun Ajaran Baru dimasa Adaptasi kebiasaan baru diterbitkan oleh Pemerintah Daerah, semua harus konsekuen dilaksanakan sesuai aturan yang telah disepakati. Teknis ataupun mekanisme KBM harus menerapkan protokol kesehatan covid-19, terlebih saat ini diketahui tingkat kedisiplinan di masyarakat dikatakan Bupati ada penurunan, yang menganggap new normal sebagai kehidupan seperti biasanya sebelum ada wabah covid-19. Dalam kesempatan tersebut, tak hentinya Bupati terus mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19. Betapa pentingnya di Masa AKB ini tetap disiplin memakai masker ketika harus keluar rumah, cuci tangan, PHBS, hand sanitizer, jaga jarak, tidak berkerumun. Semua harus tetap dilakukan semi kesehatan dan keselamatan kita semua.

Rapat dihadiri oleh Bupati Kuningan, Sekda Kabupaten Kuningan, Tim Gugus Tugas Kabupaten Kuningan, Ketua PGRI, Ketua PGM, Ketua MUI, Ketua PC. NU, Ketua MUHAMADIYAH, Ketua MKKS, Ketua K3S SMP, Ketua K3S SMA, Ketua Forum Pondok Pesantren, Lembaga Pendidikan Husnul khotimah, Lembaga Pendidikan Al Multazam Kuningan. ( Bid IKP DISKOMINFO)