Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Pinjaman (PEN) Daerah Provinsi Jawa Barat 2020

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr.H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Kepala Bappeda Ir. Usep Sumirat mengikuti kegiatan video conference mengenai Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Pinjaman dalam rangka Pelaksanaan Kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. Bertempat di ruang rapat Linggajati Setda Kabupaten Kuningan. Kamis, (24/09/2020).

Melalui video conference ini hadir Gubernur Jawa Barat Bapak Muhammad Ridwan Kamil bersama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat beserta wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. Serta terhubung juga dengan Dirjen Bina keuangan daerah Kementerian Dalam Negeri Bapak Dr. Muhammad Ardian, Dirjen perimbangan keuangan kementerian keuangan, Kepala Bappeda provinsi Jawa Barat Bapak Taufik Budi Santoso, Kepala Biro pemerintah dan kerjasama provinsi Jawa Barat bapak Dodi Tarian yang, para bupati dan Wali Kota se-jawa Barat yang hadir melalui media daring, Direktur Utama PT Jasa sarana Bapak Hanif Mantiq, Direktur Utama PT SMI Bapak Edwin Syahruzad, kepala perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat.

Diawali dengan pemberian cinderamata, agenda inti pada acara ini yaitu penandatanganan perjanjian pembiayaan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, penyaluran penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bank BJB kepada mitra usaha kecil menengah (UKM), penandatanganan kredit antara PT.BJB dengan PT. Jasa Sarana dan penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur Jawa Barat dengan Bupati/Walikota yang mendapatkan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Melalui sambutannya Direktur PT. SMI Edwin Syahruzad menyebutkan usulan permohonan pinjaman Pemprov Jabar T.A 2020 adalah senilai 1,8 triliun dan terbagi atas dua fasilitas yaitu pinjaman kegiatan belajar langsung dan pinjaman kegiatan bantuan keuangan. Jumlah pinjaman kegiatan belanja langsung adalah 415 Miliar untuk berbagai infrastruktur jalan perkotaan, pengairan perumahan , ruang terbuka publik, bangunan publik serta infrastruktur sosial kesehatan. Adapun terkait dengan kegiatan untuk bantuan keuangan senilai 1,397 triliun adalah untuk infrastruktur jalan perkotaan, ruang terbuka publik, bangunan publik, infrastruktur sosial pariwisata dan kesehatan yang berada di dalam lingkup pemerintahan kabupaten dan kota yang menerima bantuan keuangan tersebut dengan tenor pembiayaan yang disetujui, yakni 8 tahun serta grace period selama 24 bulan. “Kami harapkan pinjaman ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat provinsi Jawa Barat secara keseluruhan. Pinjaman pemulihan ekonomi daerah di Provinsi Jawa Barat ini ditujukan untuk menciptakan pembangunan merata menunjang kegiatan ekonomi. Serta lebih penting lagi adalah percepatan pemulihan ekonomi di Jawa Barat kegiatan ini adalah salah satu upaya pemerintah di dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional sebagai akibat pandemi covid 19”. Tutur Direktur PT. SMI Edwin Syahruzad.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi juga menyampaikan bahwa secara simbolis akan dilaksanakan pencairan kredit usaha rakyat atau KUR dan kredit BJB Mesra atau Masyarakat ekonomi Sejahtera pada para pelaku UMKM di antaranya pelaku usaha konveksi, pelaku usaha jual gas elpiji dan ulang air galon yang merupakan bentuk implementasi komitmen Bank BJB. Sejalan dengan salah satu misi BJB yaitu memberikan kontribusi sebagai penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah memiliki komitmen untuk selalu mendukung penuh berbagai program pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berorientasi pada peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Ditutup oleh Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D yang menyatakan bahwa dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemulihan agar belanja pemerintah ini sebagai salah satu satunya masih bisa bergerak. BJB merupakan bank daerah yang dipercaya untuk dititipkan uang pemerintah pusat dan dari sekian bank daerah yang terpilih. Sehingga mendapatkan kepercayaan untuk penyaluran 2,5triliun. “Pada era kami BUMD Jawa Barat bangkit dibantu oleh Bank BJB sebagai tulang punggung dari sisi pem backup an dana tingkat profesionalisme BUMD ngambil sampelnya di PT Jasa Sarana”. Pungkas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (BID/IKP/DISKOMINFO)