Indonesian English

Pengunjung Perpusda Masih Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Pengunjung perpustakaan Prof.DR.H. Edi S Ekadjati yang merupakan Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Kabupaten hingga saat ini masih didominasi kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Perpustakaan buka pada hari Senin sampai Jum'at. Dalam satu hari pengunjung rata-rata 75 orang dan didominasi pelajar dan mahasiswa," ujar Kasie Pelayanan Perpustakaan Luki Gandara, S.STP Selasa (21/3/2017).

Meski didominasi pelajar dan mahasiswa, menurut Luki jumlah pengunjung mengalami peningkatan 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang rata-rata dalam sehari hanya 30 sampai 40 orang.

Saat ini, lanjut ia, koleksi buku di perpustakaan mencapai 13.000 dan masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun begitu, pihaknya terus berupaya menambah buku, baik melalui pemerintah kabupaten, provinsi, pemerintah pusat maupun melakukan kerjasama dengan pihak lain.

Selain melayani di perpustakaan, dikatakan Luki, petugas juga mengoptimalkan mobil perpustakaan keliling. Di samping itu, lanjutnya, pihaknya juga tengah mengembangkan program Refleksi Desa.

"Ditahun 2017 ini, kami juga tengah menjalankan program Refleksi Desa. Dimana program tersebut dilaksanakan dengan memberikan pelatihan tentang cara mengelola dan mengembangkan perpustakaan yang ada didesa dan setiap desa kami berikan bantuan 3 unit komputer untuk menunjang aktifitasnya. yang sudah berjalan ada 5 desa, Desa Kertayasa, Kaliaren, Babakan Mulya, Kalimanggis Kulon, dan Desa Sukamaju Cibingbin," jelasnya.

Selanjutnya Luki menambahkan, untuk mengoptimalkan pelayanan perpustakaan daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat, rencananya di tahun 2017 ini akan ada pengadaan 2 unit mobil perpustakaan keliling.

"Insha Allah, ditahun ini akan ada pengadaan 2 unit mobil perpustakaan keliling untuk melayani masyarakat. kami juga di perpustakaan sudah menuju digitalisasi, dimana pengunjung akan dimudahkan untuk mencari judul buku dan letak penyimpanannya," tuturnya.

Kasie Pelayanan Perpustakaan juga mangajak, agar masyarakat umum dapat meluangkan waktu untuk mengunjungi perpustakaan, baik Perpusda maupun perpustakaan yang ada di desa. selain meningkatkan minat baca, menurutnya,  dengan membaca buku dari sumber yang dapat dipertangungjawabkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat sehingga tidak akan mudah terkena informasi-informasi Hoax.

”Kami telah menyediakan berbagai fasilitas disini, selain buku, wifi juga kami sediakan secara cuma-cuma untuk pengunjung biar betah. Dan kedepan kami juga ingin membuat teras baca di area perpustakaan ini dengan fasilitas kafe mini, jadi sambil membaca pengunjung juga bisa sambil ngopi," pungkasnya. (Yudi/MC Kuningan)