Peresmian SLBN Perbatasan dan Pusat Layanan Autis Jatikersa

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Pelayanan Khusus Kementerian Pendidikan, DR. Mudjito, AK., M.Si pada hari Selasa (27/05) melakukan kunjungan kerja dan meresmikan SLBN Perbatasan dan Pusat Layanan Autis Jatikersa Desa Cibingbin Kabupaten Kuningan, yang disambut antusias ratusan warga perbatasan Kuningan dan Jawa Tengah. Hadir dalam peresmian tersebut Bupati Kuningan, Hj. Utje Ch Hamid Suganda, Ketua BKAD Kunci Bersama, H. Aang Hamid Suganda, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Pelayanan Khusus Provinsi Jawa Barat, Tito Suharwato, Bupati Brebes, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, FKPD Kabupaten Kuningan, para Kepala SKPD, para Camat/Desa/Kelurahan se-Kabupaten Kuningan, jajaran pengurus PGRI, Satgas Sus PGRI, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Darma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Mudjito sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Daerah Kuningan, dimana tongkat estapet kepemimpinan dari Bupati Aang kepada Bupati Utje terhadap  rintisan dan perhatian yang luar biasa kepada anak berkebutuhan khusus, di Jabar atau di Indonesia tidak banyak Bupati/Walikota/Pemerintah Daerah yang punya perhatian besar terhadap anak berkebutuhan khusus, dan yang tidak banyak tersebut sudah dicontohkan oleh H. Aang Hamid Suganda.
Lebih lanjut Mudjito mengatakan bahwa kita harus bisa memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki kebutuhan khusus karena mereka mampu memberikan kinerja yang baik. Disaat SLBN ini berkembang dengan murid yang banyak, sinergitas akan terus dibangun terkait dengan sarana dan prasarana lanjutan, dikatakan Mudjito dimana Kementerian Pendidikan sangat bersungguh-sungguh dalam pelayanan anak berkebutuhan khusus. Semakin pemerintah daerah memiliki perhatian yang lebih kepada anak berkebutuhan khusus maka di Kementerian Pendidikan pun semakin lebih memberikan perhatian lebih pula.
Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Pelayanan Khusus Kementerian Pendidikan, Tito Suharwanto menyampaiakan salam hangat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang berhalangan hadir Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh kepada Bupati Kuningan dan seluruh jajaran pemerintahnya serta kepada semua warga perbatasan Kuningan dan Jawa Tengah. Tito pun mengatakan cacat atau tidak bukan merupakan ukuran kemampuan seseorang, keluarbiasaan ternyata melahirkan kreasi dan mereka mampu seperti kita yang normal. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki 38 SLBN yang salah satunya berada di Kuningan yang saat inii diresmikan dan juga pusat pelayanan autis yang pertama di Jawa Barat. Kabupaten Kuningan menjadi kabupaten pertama yang memiliki pusat pelayanan autis. Hal ini karena program sinergitas dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, program Pemerintah Kabupaten Kuningan dan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut Bupati Kuningan mengatakan bahwa pada tahun 2012 Kabupaten Kuningan dicanangkan sebagai Kabupaten Inklusif oleh Kemendikbud RI, hal ini didasarkan atas penghargaan pada Kabupaten Kuningan dan masyarakat Kabupaten Kuningan telah memperlakukan sama antara anak berkekurangan dengan anak yang sempurna secara fisik. Itu artinya tidak ada diskriminasi diberbagai hal. Dimana H. Aang Hamid Suganda yang disaat itu menjadi Bupati Kuningan telah memberikan kesempatan bagi 20 orang penyandang cacat berkebutuhan khusus menjadi PNS dilingkup Pemda Kuningan serta lebih dari itu telah berani memberikan kesempatan pemberian jabatan struktural kepada mereka. Serta merintis sekolah inklusif melalui kebijakan peningkatan kapasitas guru umum dengan pemberian kompetensi khusus melalui pelatihan, bintek/kuliah melalui biaya APBD Kabupaten Kuningan. Utje pun berharap SLBN ini akan mampu memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus di daerah perbatasan dan termasuk layanan khusus bagi anak-anak jalanan dan sekitar Kab/Kota Perbatasan. Apabila pengembangannya tidak terhenti sampai diresmikan tetapi penambahan saran adan prasarana terus dipenuhi. Kedepan untuk dapat melayani anak-anak di daerah perbatasan meneruskan kejenjang pendidikan kejuruan maka Pemerintah Daerah Kuningan ingin mendirikan sekolah kejuruan didaerah perbatasan, dan berharap agar Pemerintah Provinsi dapat mendukung hal tersebut. ( Sumber : Mey, Bidang Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan ).