Indonesian English

Peringatan Hardiknas Di Kuningan Diawarnai Pengibaran Ribuan Bendera Merah Putih

Kategori: 

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Kuningan, diwarnai dengan pengibaran ribuan bendera merah putih oleh sejumlah pelajar setingkat SD SLTP dan SLTA, di Pandapa Paramarha, Rabu (2/4/2018). Sebanyak kurang lebih bendera berukuran sedang dikibarkan pelajar seusai mengikuti upacara peringatan Hardiknas yang disaksikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Para Staff Ahli, Para Assisten Daerah di lingkup Setda Kabupaten Kuningan, Para Kepala SKPD se-Kab,Kuningan serta undangan lainnya.

Berdasarkan keterangan, penggibaran bendera itu untuk mengenang kembali para pahlawan pendidikan tanah air Indonesia sekaligus semangat pelajar untuk mencintai bendera merah putih. Dengan mencintai bendera merah putih diharapkan tumbuh semangat pelajar untuk cinta tanah Indonesia.

Selain pengibaran merah putih, juga dimeraiahkan pentas seni dari kalangan pelajar yang punya bakat seni serta berprestasi. Tak ketinggalan sejumlah pelajar yang berhasil meraih prestasi pada MTQ tingkat Jabar turut menyemarakan suasana peringatn Hardiknas dengan melantunkan ayat-ayat Al Quran.

Aksi ribuan pelajar di Kabupaten Kuningan, tampaknya selaras dengan kondisi saat ini. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendy, dalam sambutan yang dibacakan Plt Bupati Kuningan Dede Sembada, terkait melemahnya mentalitas anak-anak dampak maraknya simpul informasi media sosial.

“Untuk menjawab tantangan ini, sejak awal kementerian pendidikan dan kebudayaan telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendy.

Pemerintah RI, sambungnya, telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan Karakter yang mengamanahkan gerakan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik. Melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan melibatkan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan. Ia menyampaikan, sebagaimana Ki Hajar Dewantara menempatkan hal ini dalam tripusat pendidikan, yaitu sekolah, rumah, dan masyarakat.

Untuk penguatan tripusat pendidikan adalah melibatkan keluarga dalam mendukung sukses pendidikan anak dan penguatan karakter.Guru, orang tua dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan litersai anak-anak Indonesia.

Ia menerangkan, Tripusat pendidikan itu harus harus secara simultan menjadi lahan subur, tempat persemian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong royong dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa. Sementara itu, tantangan ekternal muncul dari perubahan dunia yang sangat cepat dan kompetitif. hadirnya revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system telah mengubah dari kehidupan kita. Artifical Intellegence, internet of things, 3 D printinting, robot, dan mesin mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia.

Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus menerus menyesesuaikan dengan dinamika tersebut. “Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasaran yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan kita,”katanya. Ia menambahkan, selain jalur pendidikan formal yang telah berhasil mendidik lebih dari 40 juta anak, pendidikan informal telah banyak memberikan andil dalam mencedaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, non formal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi. Pendidikan harus menjadi urusan semua pihak, semua pihak harus bergandeng tangan, bahu membahu, bersinergi, memikul tanggungjawab bersama dalam menguatkan pendidikan. “ Kita optimis bahwa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa besar dan maju, asal kita bersatu padu mewujudkannya,” tandasnya. (Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan)