Indonesian English

Program Keluarga Harapan Harus Tepat Sasaran

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kerja para petugas dalam memberikan layanan, sejumlah pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kuningan, dibekali pengetahuan melalui Kegiatan Pembinaan Pendamping dan Operator PKH.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan itu, bertujuan untuk meningkatkan sinergitas pemerintah daerah, sebagai penunjang pelaksanaan kesekretariatan PKH tingkat kabupaten sehingga pelaksanaanya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 

Tujuan tersebut diantaranya meningkatnya pengetahuan teknis petugas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam melakukan verifikasi, meningkatnya kemampuan memahami program dan implementasi PKH sebagai program lintas sektor yang membutuhkan komitmen semua pihak, meningkatnya kelancaran pelaksanaan verifikasi komitmen peserta PKH, meningkatnya pengetahuan teknis pendamping dan operator, meningkatnya keterampilan sosial bagi pendamping dalam melakukan pendampingan RTSM.

“Selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Kuningan, program PKH merupakan solusi cepat dan tepat, guna meringankan beban pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sosial, khususnya menyangkut kemiskinan, kebodohan serta tingkat kesehatan yang rendah,” papar Bupati Acep Purnama.

Beradasarkan data di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kuningan, jumlah penerima bantuan PKH pada tahun 2018 sebanyak 46.549 KPM, yang tersebar di 376 desa dan 32 wilayah kecamatan di Kabupaten Kuningan, dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp. 87.977. 620.000, dengan asumsi bantuan yang diterima setiap keluarga sebesar Rp. 1. 890.000 per tahun. 

Mengingat besarnya jumlah rumah tangga sangat miskin diharapkan pelaksanaanya benar-benar tepat sasaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga keberhasilan program PKH yang bermuara pada perbaikan kualitas SDM bisa tercapai.

“Kami siap menjaga kredibilitas untuk pemerintah dan masyarakat, karena ekses kesalahan sekecil apa pun dari pelaksanaan program ini akan menyebabkan gagalnya perbaikan kualitas generasi penerus pada masa yang akan datang,” tandasnya. (Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan)