Sekda : Musrenbang Harus Berbicara Tentang Masa Depan & Hilangkan Ego Sektoral

Kategori: 

CIWARU,- Sekretaris daerah Kab. Kuningan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Ciniru Tahun 2021, Selasa (28/01/2020) bertempat di Aula Kec. Ciwaru. Dihadiri oleh Camat Ciwaru, Anggota DPRD Kab. Kuningan Dapil IV, Forum Koordinasi Pimpinan Kec. Ciwaru, Tim Monitoring Kabupaten, Kepala Desa se-Kec. Ciwaru, Kepala UPT/UPTD se-Kec. Ciwaru dan undangan lainnya.

Camat Ciwaru Drs. H. Pepen Supendi mengatakan, yang menjadi acuan pada Musrenbang ini adalah dari Musyawarah Desa kemudian Musrenbang tingkat Kabupaten, Provinsi, Pusat/Nasional. Pepen berharap sesuai dengan arahan dari Sekda Kuningan ketika Rakor para Camat se-Kab. Kuningan, kesejahteraan dan pelayanan publik harus dilakuksanakan dengan baik.

Lebih lanjut Pepen menuturkan, Kec. Ciwaru saat ini kehilangan icon, dengan hasil pertanian nya yaitu Kacang Banten yang sangat sulit sekali ditemui di masyarakat. Dan saat ini masyarakat sudah mulai diarahkan kembali untuk menanan Kacang Banten.

Selain hal itu dia berharap, agar kawasan-kawasan wisata desa yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata agar mendapat perhatian, dan semua program-program yang ada di masyarkat untuk pembangunan ke depan dapat terwujud dengan segala persoalanyang ada. Dengan Musrenbang ini sama-sama memberikan solusi yang terbaik.

Dalam kesempatan tersebut Sekda kab. Kuningan mengatakan, bahwa Musrenbang harus berbicara tentang masa depan dan hilangkan ego sektoral yang akan menghambat pembangunan. Fokus terhadap isu-isu streategis dan harus penuh keyakinan, harapan, ketertarikan dan kesesuaian untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Sekda berharap agar ada program-program yang dapat menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran di Kab. Kuningan.

Sementara itu anggota DPRD Kab. Kuningan Dapil IV Etik dalam Musrenbang berharap, dengan adanya Kepala Desa yang baru dapat membawa semangat baru pula dan harus banyak inovasi dengan segala keterbatasan anggaran. Harus yakin dan berharap melalui kegiatan ini, apa yang menjadi usulan dan prioritas 2021 dapat masuk semua dan terealisasi.

Lebih lanjut Etik mengatakan, saat ini tengah fokus ke Jaring Pengaman Pangan (JPP) untuk diberikan bantuan, hanya saja sampai saat ini belum dapat data mengenai rawan pangan tersebut. Dan diminta kepada para Kepala Desa agar sesegera mungkin untuk memberikan data akurat terkait hal tersebut. Yang menjadi sasaran bantuan rawan pangan yakni para Lansia, orang yang sakit yang tidak dapat melakukan apa-apa. (Bid IKP/DISKOMINFO)