Sekretaris Daerah memberikan materi pada Kegiatan Sosialisasi Pencegahan bahaya Narkoba bagi Tokoh Pemuda Masyarakat

Kategori: 

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memberikan materi dalam acara Sosialisasi dan Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba, Sabtu (26/09/2020) di Hotel Ayong. Kegiata tersebut merupakan tindak lanjut dari kurangnya daya mobilisasi gerakan penanganan narkoba dan keterbatasan sumber daya (SDM, anggaran, material & metodologi), sehingga menyebabkan permasalahan Narkoba di Indonesia terus meningkat.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Karang Taruna Kecamatan Cilimus, BEM Kampus se-Kabupaten Kuningan, Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Edi Haryandi, Kasat Narkoba Polres Kuningan IPTU Mugiono, SE., dan Kepala Badan Kesbangpol, H. Dadang Darmawan, S.Sos, M,Si.

"Di lingkungan masyarakat khususnya lingkungan pendidikan (sekolah/kampus) bagi remaja, perlu adanya tindakan yang harus dilakukan secara berkelanjutan terutama dalam penanggulangan dan pencegahan peredaran narkoba. Fokus dari pencegahan sendiri merupakan upaya menjadikan masyarakat khususnya generasi muda memiliki pola pikir (mindset), sikap dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Ujar Sekda Dian.

Dian melanjutkan, "Generasi muda sangat diharapkan menjadi generasi tulang punggung bangsa. Namun, dalam realitanya hampir 90% dari kelompok “coba pakai” narkoba adalah pelajar dan mahasiswa yang penasaran, salah lingkungan pergaulan, merasa narkoba memiliki pengaruh yang positif pada dirinya karena dapat membuatnya merasa percaya diri sehingga tanpa disadari ketergantungannya menyebabkan overdosis.

Sebagaimana diketahui, saat ini Pendidikan Anti Narkoba di seluruh strata pendidikan belum dapat dilaksanakan dengan baik secara massif dan komprehensif, selain itu, mindset bahwa penyalah guna narkoba merupakan aib masih kuat, sehingga keluarga pecandu menutupi aib dan tidak merehabilitasinya. Tak hanya itu, kesadaran melaporkan diri ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) untuk mendapatkan perawatan pun masih rendah.

"Oleh karena itu, keterlibatan lingkungan pendidikan khususnya sekolah/kampus dalam melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba sangat diperlukan, melalui pengadaan kebijakan tentang anti narkoba yang jelas, integrasi pendidikan pencegajan penyalahgunaan narkoba dan keterampilan sosial dalam kurikulum, adanya penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkoba, kampanye sekolah.kampus anti narkoba, dan pelatihan satgas tentang strategi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba,"tutup Sekda. (BID/IKP/DISKOMINFO)