Indonesian English

Selama Tahun 2016 Angka Pasangan Menikah di Kabupaten Kuningan Menurun

Kategori: 

Angka pasangan menikah di Kabupaten Kuningan sepanjang tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, hingga akhir Desember 2016 jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan sebanyak 9.644, angka tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2015 sebanyak 10.297 pasangan.

"Idealnya angka pernikahan itu satu persen dari jumlah penduduk. kalau penduduk di Kabupaten Kuningan itu 1,1 juta jiwa yang menikah itu kira-kira 11.000 pasang/tahunnya," ucap Kasie Bimas Kemenag Kuningan Drs.H.Yusron Kholid, M.Si Kepada Info Kuningan, Senin (20/2/2017).  

menurunnya angka pasangan menikah menurut Yusron, bisa disebabkan beberapa faktor, salah satunya faktor pendiikan.

“Dulu boleh setelah lulus SMA langsung menikah tapi kini banyak memilih bekerja terlebih dahulu. Mereka sadar untuk membentuk keluarga sejahtera itu harus kuat ekonomi dan mental,” tandas Yusron.

Ketika ditanya ada tidaknya  pernikahan dibawah umur, Yusron menyebutkan hampir tidak ada. Pihaknya selalu mengarahkan sesuai kompilasi hukum Islam dimana usia paling rendah perempuan adalah  19 tahun dan laki-laki 21 tahun.

Mengenai biaya pernikahan, Kasie Bimas islam menjelaskan, sesuai PP Nomor 48 Tahun 2014, semua pernikahan yang dilakukan diluar Kantor urusan Agama (KUA) dan di luar jam kerja dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu pada setiap pasangan mempelai.

"Uang ini langsung disetor ke kas negara oleh pasangan mempelai melalui Bank yang telah ditunjuk sebagai penerimaan negara bukan pajak, selanjutnya pihak KUA hanya menerima slip bukti setoran" tuturnya.

Sementara bagi pasangan yang menikah di KUA pada jam kerja, dikatakan Yusron tidak dipungut biaya atau nol rupiah.

lebih lanjut Yusron menghimbau kepada masyarakat, agar melaporkan apabila ada pungutan atau biaya tambahan lain di luar ketentuan yang dilakukan oleh oknum pegawai KUA kepada pasangan menikah.

"Apabila ada oknum pegawai KUA yang melakukan pungutan biaya pernikahan diluar ketentuan yang telah diatur oleh Undang-Undang, saya menghimbau masyarakat segera melapor ke kantor kami. kami akan segera tindak lanjuti, kami ingin Kemenag bersih dari pungli dan korupsi," pungkasnya. (Yudi/MC Kuningan)