Terkendala Kembali Ke Perantauan PPWK Curhat Ke Sekda

Kategori: 

KUNINGAN, - Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan menerima audiensi dari Paguyuban Pengusaha Masyarakat Kuningan (PPWK) yang berdagang di Yogyakarta, bertempat diruang kerjanya, Jum'at (05/06/2020). Hadir mendampingi, Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Agus Mauludin dan Kabag Protokol dan Kompim Wahyu Hidayah.

Ketua Paguyuban Pengusaha Masyarakat Kuningan (PPWK) Andi Waruga, menjelaskan beberapa dilema yang dihadapi oleh para pelaku usaha asal Kabupaten Kuningan yang berdagang di Yogyakarta, adalah terkendala dengan salah satu protokol kesehatan salah satunya biaya pemeriksaan kesehatan (Rapid test) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) dan transportasi balik. Kemudian PPWK memohon kebijakan dan kemudahan dari Pemkab terkait bantuan pembuatan SIKM. Lebih lanjut Andi mengatakan "dimana situasi dan kondisi di Yogyakarta sendiri tidak kondusif, ada kelompok lain yang akan mengambil alih usaha burjo apabila tidak segera kembali ke tempat usaha disana". ujarnya. Saat ini, menurut Andi ada 1500 warung burjo dengan jumlah 5000 warga Kuningan di Yogyakarta. "PPWK sangat mengapresiasi respon Pemkab. Kuningan atas curahan hati warga Kuningan diperantauan" pungkas Andi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si menuturkan, Pemkab. Kuningan akan mengintruksikan kepada Kadinkes dan para Kepala Puskes agar zero biaya dalam pemeriksaan kesehatan tersebut. Kemudian akan mengintruksikan Satgas terkait untuk berkoordinasi dengan Daerah yang akan menjadi tujuan para Pelaku Usaha asal Kabupaten Kuningan agar tidak dipersulit. Perlu diketahui bersama syarat pembuatan SIKM (Surat Izin Keluar Masuk) diantaranya adalah adanya keterangan dari Desa, keterangan sehat dari Puskesmas, KTP, dan Surat SIKM dari Tim Gugus Tugas. (Bid IKP DISKOMINFO)