Wabup Hadiri Forum Group Discussion (FGD) Pemerintah Kota Pekalongan di Kuningan

Kategori: 

KUNINGAN,- Wakil Bupati Kuningan hadir dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Menuju Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekalongan, bertempat di Sangkan Aqua Park Kuningan, Jum'at (14/02/2020). Hadir dalam acara Wakil Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arsalan Djunaid, SE, Sekda Kota Pekalongan Hj. Sri Ruminingsih, SE, M.Si, Kepala SKPD se- Kab. Pekalongan, para Staf Ahli Kota Pekalongan, para Camat Kota Pekalongan.

Untuk diketahui bersama bahwa Parasamya Purnakarya Nugraha (yang berarti Anugerah yang diberikan kepada institusi/lembaga atas upaya yang sempurna dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat) , adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada Provinsi/ Pemerintah Kabupaten/Kotamadya yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan Pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Provinsi Jawa Barat baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kuningan yang mendapat penghargaan tertinggi ini. Dalam acara tersebut Wakil Wali Kota pekalongan berbicara, di awali dengan mengenalkan para staf nya, dan memperkenalkan secara geografis wilayah Kota Pekalongan. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menetapkan Kota Pekalongan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Sebagai PKW maka diharapkan Kota Pekalongan dapat berperan menjadi pusat pengembangan bagi wilayah di sekitarnya, yang meliputi Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Dalam sistem pengembangan wilayah Provinsi Jawa Tengah, RTRW Provinsi Jawa Tengah juga menetapkan Kota Pekalongan sebagai bagian dan simpul utama dari Kawasan Petanglong (Kawasan Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan).

Kawasan Pekalongan adalah kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi dan sektor unggulannya adalah pertanian, pariwisata, industri dan perikanan. Potensi ekonomi yang manjadi andalan Kawasan Petanglong meliputi sektor primer adalah perikanan; sektor sekunder adalah tekstil, batik, dan pengolahan ikan; serta sektor tersier adalah jasa dan perdagangan. Kota Pekalongan Kota Batik Dunia (World’s City of Batik)Tidak hanya disebut sebagai Kota Batik di Indonesia. Pekalongan juga disebut sebagai Kota Batik Dunia. Hal tersebut didasarkan pada kondisi masyarakat yang sebagian besar mata pencahariannya sebagai pengrajin batik. Selain itu, di pekan batik internasional pada 2011 lalu, Pekalongan mendemonstrasikan slogan barunya yakni World’s City Of Batik yang menjadi langkah awal kota batik mendunia. Kondisi ini tentunya menjadikan Kota Pekalongan memiliki posisi yang sangat strategis. Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya, karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain semisal; syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Sementara itu dalam kesempatan tersebut Wabup memaparkan Visi Misi Kab. Kuningan. Kuningan MAJU (Ma'mur, Agamis, Pinunjul) Berbasis Desa Tahun 2023 : 1. Membangun Tata Kelola Pemerintahan Daerah Yang Profesional, Efektif, Demokratis, Dan Terpercaya Dengan Jiwa Kepemimpinan Nu SAJATI 2. Mewujudkan Masyarakat Kuningan Nu SAJATI Dalam Kehidupan Beragama Dan Bernegara Dalam Bingkai Kebangsaan Dan Kebhinekaan. 4. Mewujudkan Manajemen Layanan Pendidikan Dan Kesehatan Yang Merata, Adil, Berkualitas Dan Berkelanjutan Dalam Menciptakan Sumber Daya Manusia Nu SAJATI. 5. Mewujudkan Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Pertanian, Wisata, Budaya Dan Potensi Lokal Untuk Mempercepat Pertumbuhan Serta Pemerataan Ekonomi Rakyat. 6. Mewujudkan Pemerataan Infrastruktur Untuk Mendorong Investasi Dan Penciptaan Lapangan Kerja Dalam Lingkungan Yang Lestari.

Dilihat dari posisi geografisnya terletak di bagian timur Jawa Barat berada pada lintasan jalan regional yang menghubungkan kota Cirebon dengan wilayah Priangan Timur dan sebagai jalan alternatif jalur tengah yang menghubungkan Bandung - Majalengka dengan Jawa Tengah. Secara administratif berbatasan dengan: Sebelah Utara : Kabupaten Cirebon, Sebelah Timur : Kabupaten Brebes ( Provinsi Jawa Tengah), Sebelah Selatan : Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap (Provinsi Jawa Tengah), Sebelah Barat : Kabupaten Majalengka. Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 Kecamatan, 15 Kelurahan dan 361 Desa.

Kuningan Memiliki maskot Kuda , Kota Kuda ada istilah “Kecil-kecil Kuda Kuningan”. Artinya, walaupun badannya kecil, namun kuda Kuningan memiliki kekuatan luar biasa. Kuningan sangat terkenal dengan objek wisata alam karena daerah Kuningan dikelilingi Gunung dan Bukit. Salah satunya Gunung ciremai merupakan gunung yang terletak di kabupaten kuningan dimana gunung ini gunung tertinggi di jawa barat. gunung ciremai juga merupakan gunung berapi yang statusnya masih aktif sampai sekarang ini. gunung ciremai juga merupakan destinasi yang tepat bagi sobat yang hobi mendaki. Karena Kuningan berada di bawah kaki gunung jadi alam merupakan andalan pariwisata kabupaten Kuningan. Wisata Alam adalah andalan Kota Kuningan Taman Nasional Gunung Ciremai,Waduk Darma,Sukageuri View,Curug Putri Palutungan,Situ Wulukut,Talaga Surian,Telaga Biru,Ipukan,dll banyak sekali wisata alam di kuningan. Kemudian Kab. Kuningan juga Menjadi penggagas Kunci Bersama, dimana Kunci Bersama ini adalah Kerjasama antar daerah yang anggotanya meliputi Kab/Kota Cirebon, Brebes, Banjar, Ciamis, Cilacap, Majalengka dan Pangandaran.

Makanan khas Kabupaten Kuningan, yakni peuyeum atau tape ketan, yang selalu banyak diburu Dan diminati oleh masyarakat dari luar Daerah , tape Kuningan salah satu makanan khas yang laris manis. Dan dijadikan oleh-oleh para pemudik adalah peuyeum ketan atau tenar disebut tape ketan Kuningan. Makanan khas Kuningan ini, terbuat dari bahan beras ketan yang dipermentasi. Dibungkus dengan daun jambu air, membuat tape ketan ini lain dari yang lain. Lebih lanjut Wabup menuturkan mengenai event mendunia yang di miliki oleh Kab. Kuningan yaitu Tour de Linggarjati, merupakan event balap sepeda internasional tahunan yang sudah diselenggarakan untuk ke 6 kali nya di Kabupaten Kuningan, dan ini merupakan langkah besar bagi Kabupaten Kuningan untuk mempromosikan pariwisata dan mengexplore segala potensi yang dimiliki. (Bid IKP/DISKOMINFO)