Wabup Membuka Acara Silaturahmi dan Dialog Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kuningan Tahun 2020.

Kategori: 

KUNINGAN,- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Silaturahmi dan Dialog Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kuningan Tahun 2020. Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH., M. Si. Hadir pula dalam kegiatan Kepala Badan Kesbangpol Kuningan H. Dadang Darmawan, S.Sos, M.Si. , Pengisi Materi dari Kodim 0615 Kuningan dan Polres Kuningan, Ketua dan Pengurus forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kuningan, Para Peserta Silaturahmi dan Dialog Pembauran Kebangsaan dari Unsur FPK serta Warga Mayarakat yang berlatar belakang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan, Selasa (03/03/2020) bertempat di Gedung Wisma Permata Kabupaten Kuningan.

Fungsi dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yakni sebagai wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangssan. Gerakan Pembauran Bangsa dimaksudkan sebagai salah satu upaya ntuk menjaga, memelihara dan mempertahankan serta memperkokoh persatuan, kesatuan dan eksistensi bangsa. Forum Pembauran Kebangsaan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 34 tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan pembauran Kebangsaan di Daerah adalah sebagai wadah komunikasi, koordinasi, fasilitasi dan juga sebagai upaya meningkatkan pembauran di tengah pluralisme masyarakat.

Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH., M. Si dalam sambutannya menuturkan sangat mengapresiasi dan menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan ini. Dengan harapan melalui kegiatan ini dapat lebih meningkatkan iklim kondusif di Kabupaten Kuningan, yang memungkinkan adanya sikap masyarakat yang menerima kemajemukan dan keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wabup mengucapkan terima kasih, karena dapat bersilaturahim dengan para tamu undangan yang hadir dari unsur Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), unsur Etnis Sunda, Jawa, Tionghoa, arab, Papua, Batak, Flores, Padang/Minang, Madura yang berdomisili di Kabupaten Kuningan. Tentunya kegiatan ini dapat lebih menjaga dan memelihara Keutuhan, Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, Indonesia mempunyai banyak keberagaman dan kekayaan yang sangat membutuhkan solidaritas antar sesama umat manusia, demi tercapainya kehidupan yang harmonis. Mengacu pada negara Indonesia yang mempunyai budaya beraneka ragam, agama yang diakui dan suku yang bermacam-macam. Berbicara tentang solidaritas antar umat manusia rasanya sudah biasa. Solidaritas yang pada umumnya adalah kata yang dipakai untuk mempersatukan dan menyamakan perbedaan. Pada era reformasi, kemajemukan masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan munculnya berbagai persoalan yang sumbernya berbau kemajemukan, perubahan sosial mengakibatkan kepincangan-kepincangan masyarakat. Kita menjunjung tinggi demokrasi dan toleransi, oleh sebab itu demokrasi dan toleransi harus seiring sejalan, saling terkait erat, baik dalam komunitas masyarakat politik maupun masyarakat sipil. Proses medernisasi ini sangatlah luas, hampir tidak bisa dibatasi dengan ruang lingkup dan masalahnya seperti masalah sosial, budaya, politik dan masalah tekhnologi.

Dengan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan ini, Wabup menyampaikan beberapa hal penting, khususnya kepada para pengurus yakni yang pertama agar meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, guna menghindari berbagai konflik yang bersifat vertikal maupun horisontal disebabkan oleh berbagai latar belakang permasalahan ras, suku, budaya dan agama yang dapat mengancam integritas nasional, kedua tingkatkan dan kuatkan rasa paham bahwa pembauran kebangsaan merupakan bagian penting dari kerukunan nasional, dan upaya dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, ketiga tingkatkan kesadran untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (anti korupsi, kolusi, dan nepotisme), serta memelihara kehormatan sebagai bangsa Indonesia dan yang terakhir tingkatkan kesadaran untuk memelihara/mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Negara dan kesadaran untuk meningkatkan kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Serta tingkatkan peran seluruh warga masyarakat Kabupaten Kuningan sebagai media dalam upaya Pembauran Kebangsaan. (Bid IKP/DISKOMINFO)