Wagub Jabar Tinjau Persiapan Protokol Kesehatan di Waduk Darma

Kategori: 

Kuningan, Bupati Kuningan H. Acep Purnama., SH., MH , beserta Kadisporapar Dr. H. Toto Toharuddin, M.Pd, Kadisdikbud Drs. H. Uca Somantri, M.Si., Camat Darma Eko Yuyud Mahaendra, AP., M.Si. dan para tamu lainnya menyambut kedatangan Wagub Jabar H.Uu Ruzhanul Ulum, Minggu (14/06/2020) di Objek WIsata Waduk Darma Kuningan.

Wagub Jabar di beri tugas oleh Pak Gubernur Ridwan Kamil untuk meninjau ke wilayah Kuningan tepatnya di tempat wisata waduk darma untuk melihat situasi dan kondisi PSBB yang ke 2 dalam situasi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dan juga akan di ijinkannya dan di buka wisata out door.

Wagub menyampaikan di tempat wisata ini kalo dilihat dari situasi dan kondisi barusan saya sudah mengecek ada tempat cuci tangan kemudian tadi pak bupati mengatakan akan di tambah persiapan yang lain termasuk WC yang akan selalu dibersihkan kemudian ada penyemprotan mobil yg datang dan juga tempat-tempat yang lain harus diperhatikan, yang sering terpegang orang lain harus sering di bersihkan atau di lap.

Mungkin nanti SOP di tempat wisata juga akan keluar, yang sudah keluar adalah protokol mall, protokol pabrik, protokol pesantren dan untuk protokol di wisata belum keluar tapi pada prinsipnya sama seperti itu. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kesiapan pak bupati tentang protokol dimanapun yang ada di wilayah kabupaten kuningan, Tutur Wagub.

Karena pencegahan ini sangat penting, Pak Presiden menyatakan bahwa kita harus berdamai dengan corona, karna memang seperti ini adanya. Makanya kita harus dibiasakan dengan kebiasaan baru ini pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, Ujar Wagub.

Harapan Kami untuk masyarakat kuningan tetap melaksanakan himbauan pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Daerah, karna hanya ke taatan bersama dan ketegasan aparat yang mampu meminimalisir reproduksi corona atau penyebaran corona dijawa barat, Harapan kami istiqomah dalam melaksanakan dan ketaatan terhadap pemerintah, Pungkas Wagub.

Di kesempatan yang sama Bupati Kuningan juga mengucapkan terima kasih kepada wakil gubernur yang telah memantau Objek Wisata Waduk Darma ini dengan akan dimulainya penerapan kepada 17 Kabupaten kota yang ada di zona biru untuk melaksanakan AKB.

Dimana seperti beberapa tempat wisata, toko dsb pasti akan terjadi kerumunan- kerumunan orang oleh karena itu harus melaksanakan protokol kesehatan dengan cara membangun fasilitas-fasilitas sepert tempat cuci tangan diperbanyak, pengukuran suhu badan, penyuluhan dan pengawasan agar tidak terjadi kerumunan.

Termasuk seperti antisipasi akan dimulainya penyelenggaraan pendidikan baik formal maupun pesantren itu juga salah satu yang menjadi Pantauan pak Wagub, dimana protokol kesehatan harus benar benar di jalankan, pembatasan-pembatasan ini akan tetap di berlakukan dan kita harus melaksanakan ini bersama sama.

Apresiasi yang sangat luar biasa pada pemerintah jawa barat atas semua protokol baik antisipasi keamanan. Berbagai macam kemungkinan, walaupun PSBB jawa barat masih tetap tapi kepada 17 kabupaten kota yang sudah zona biru di persilahkan untuk melakukan AKB, tutur Bupati.

Bupati menghimbau kepada masyarakat akan pengertian new normal atau AKB yaitu bukan berarti kembali ke situasi sedia kala, selama pandemi ini masih dirasakan ada, masih dimungkinkan ada, selama ini grafik penyebaran covid-19 di Kabupaten Kuningan sudah melandai maka dari itu harus dipertahankan.

Untuk membuka area area wisata, Bupati akan mengundang para pihak termasuk para pengelola objek-objek wisata besok Senin (22/06/2020) untuk membahas tentang protokol yang harus di lakukan oleh para pihak tersebut. Bupati hanya mengijinkan objek wisata yang dapat beraktifitas kembali yaitu hanya Wisata Outdoor saja, untuk Wisata Indoor atau tertutup seperti bioskop, karaoke dll tidak akan direkomendasikan beraktifitas.

Kemudian untuk carfreeday kami akan memikirkan lebih lanjut lagi walaupun itu Outdoor atau terbuka karena CFD bisa membuat orang berkrumun banyak dan pasti membludak, yang pasti saya dan petugas keamanan tidak akan bisa mengontrolnya, Ujar Bupati. " Untruk Ijin keramaian, kami akan pikirkan mudah mudahan kami bisa menyimpulkan paling tidak undangan harus di batasi, dan jam kehadiran para undangan harus dibedakan, saya merencanakan baru itu seperti contoh undangan 300 orang, di bagi jadi 3 shift atau 4 shift supaya tidak terjadi kerumunan dengan memperhatikan protokol kesehatan wajib di lakukan, Pungkas Bupati. (BID/IKP/Diskominfo)