Wakil Bupati Kuningan Hadiri Kemah Edukasi-Ciremai Memanggil

Kategori: 

CILIMUS,- Sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan, mendekatkan, serta menyatukan persepri generasi muda terhadap pelestarian alam khususnya Gunung Ciremai, Kuningan Kreatif menggelar Kemah Edukasi, di Area Pos Pendakian I Gunung Ciremai, Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Sabtu (10/10/2020).

Kegiatan yang bertema “Ciremai Memanggil” itu, diikuti sekitar 30 peserta asal Kabupaten Kuningan dan luar Kuningan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, SH., M.Si, Ketua Kuningan Kreatif, Nino Wahyu, Aktivis Lingkungan Kuningan, Federik Amallo dan Eko Purnomowidi, serta Tokoh Masyarakat Desa Linggasana.

Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda, saat memberikan sambutan menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta untuk mengikuti kegiatan Kemah Edukasi. Wabup juga sekaligus mengapresiasi kegiatan Kemah Edukasi yang digelar Kuningan Kreatif. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mengedukasi generasi muda dalam pelestarian lingkungan.

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini (red_Kemah Edukasi) yang digagas oleh Kuningan Kreatif. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan alam khususnya kawasan Gunung Ciremai. Sehingga, Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi betul-betul bisa terwujud dengan partisipasi aktif anak-anak muda yang memilki segudang potensi dan cinta lingkungan,” ungkapnya.

Wabup berharap, kegiatan Kemah Edukasi dapat berjalan dengan lancar dan dapat diiukuti dengan baik oleh seluruh peserta. “Saya ucapkan selamat mengikuti Kemah Edukasi ini, semoga apa yang disampaikan oleh para pemateri dapat menambah wawasan bagi seluruh peserta,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Kuningan Kreatif, Nino Wahyu, disela-sela kegiatan mengemukakan, tujuan dari Kemah edukasi adalah untuk menunjukan bahwa Kabupaten Kuningan masih memiliki ekologi yang masih sangat bagus dan terjaga, salah satunya di jalur pendakian Desa Linggasana. Selain itu, dalam Kemah Edukasi tesebut, dikatakan Nino, juga akan diperkenalkan sejarah tentang Desa Linggasana kepada peserta.

“Meski disini (red_Jalur Pendakian Linggasana) akan tumbuh ekonominya, ekologinya harus tetap dijaga, Sosialnya dalam arti komunitas orang-orangnya pun juga harus lebih rukun. Kedepan saya juga berharap di Desa Linggasana juga timbul budaya-budaya lama yang akan menjadi suguhan konten-konten buat para pendaki,” tuturnya.

Dengan digelarnya Kemah Edukasi, Nino berharap, anak muda Kuningan akan lebih terpanggil untuk mencintai, menjaga dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan sebagai sumberdaya yang paling berharga. (Bid/IKP/Diskominfo)