Indonesian English
Depan PEMERINTAHAN Program Khas Kuningan

Program Khas Kuningan

Pengantin Peduli Lingkungan (PEPELING).


PEPELING, Pengantin Peduli Lingkungan adalah kepanjangannya. Program unik yang digagas oleh Bupati Kuningan ini muncul atas keprihatinannya terhadap kelestarian alam Kuningan yang mulai terancam. Dalam program ini, setiap calon pengantin dianjurkan untuk menyediakan 5-10 bibit pohon sebagai penyerta mahar. Nantinya bibit pohon ini akan ditanam di lahan kritis yang ada di daerahnya atau di lahan sendiri. Sebagai penanda, bibit pohon ini diberi label nama pengantin dan tanggal pernikahan. Kelak jika pohon tersebut sudah tumbuh, pasangan pengantin dapat menuai hasilnya. Jadi selain menyelamatkan lingkungan, penanaman pohon juga sebagai investasi keluarga. Oleh karenanya bibit pohon yang akan ditanam adalah pohon keras yang memiliki produktivitas tinggi, baik untuk dimanfaatkan batangnya atau buahnya.

Pembangunan Jalan / Jembatan Bersama Masyarakat.

Jika melihat perkembangan infrastruktur jalan 5 tahun terakhir di pelosok Kuningan. Bisa jadi Anda pangling. Saat ini, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan telah mencapai ke daerah perbatasan Kuningan yang agak terpencil. Sebabnya adalah keberhasilan program PJBM atau Pembangunan Jalan/Jembatan Bersama Masyarakat. Melalui program ini Pemerintah bersama masyarakat bahu membahu bergotong royong membangun jalan/jembatan di desa tertentu. Pemerintah menyediakan aspal, alat berat serta tenaga ahli. Sementara masyarakat setempat menyediakan batu kali, pasir dan tenaga kerja dalam membangun jalan desa mereka. Dengan anggaran terbatas, Kuningan mampu memeratakan pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakatnya. Kabarnya program ini akan diadopsi oleh kabupaten/kota lain di Indonesia karena terbukti keberhasilannya. Dan tentunya semakin menguatkan bahwa masyarakat kita memang masih mengusung kuat tradisi gotong royong.

 

Bermalam di Desa Terpencil

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengetahui pasti permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Melalui kegiatan BERMALAM DI DESA terpencil di wilayah Kuningan, Bupati Kuningan memiliki kesempatan untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan di wilayah Kuningan. Pada kesempatan ini warga setempat juga memiliki waktu untuk berdialog langsung dengan orang nomor satu Kuningan ini. Dari masukan-masukan warga inilah beberapa permasalahan pembangunan terungkap dan untuk kemudian dicarikan solusinya oleh dinas terkait
 

Rehab Situ Dan Pembangunan Embung Air

Bersyukurlah Kuningan diberikan alam yang kaya dengan berbagai tetumbuhan dan kaya sumber air. Namun jika tidak dipelihara bukannya tidak mungkin sumber daya alam itu akan musnah. Hal itu bahkan sudah terlihat di beberapa daerah yang rawan air jika musim kemarau tiba. Oleh karenanya rehabilitasi atau memberdayakan kembali situ-situ yang sudah mengering dan pembuatan embung air (penampungan) menjadi program vital yang dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Selain adanya jaminan ketersediaan air sepanjang musim. Masyarakat pun memperoleh nilai ekonomis lain, misalnya memperoleh ikan yang dipelihara di situ tersebut.

 

Gerakan Masyarakat Kuningan Bersih Penyakit Masyarakat

Gerakan Masyarakat Kuningan Bersih Penyakit Masyarakat ini dicanangkan bersama Muspida dan DPRD. Gemaskusikat merupakan gerakan moral masyarakat Kuningan yang ingin kotanya bersih dari penyakit masyarakat. Melalui gerakan ini masyarakat Kuningan terlibat secara aktif dalam memantau ketertiban dan keamanan lingkungannya. Jika menemukan kasus yang meresahkan lingkungan, masyarakat dapat melaporkan kejadian pada yang berwajib tanpa merasa takut karena telah menjadi bagian dari upaya pemberantasan penyakit masyarakat

 

Ngawangkong di Pendopo

Sebelumnya bagi masyarakat kebanyakan, barangkali Pendopo Kabupaten dianggap tempat yang tidak mungkin dikunjungi. Ada kesan eksklusif karena memang diperuntukkan untuk kegiatan tertentu. Namun sejak munculnya kegiatan ini, masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi bisa saja menyambangi Pendopo untuk berdialog langsung dengan Bupati. Acara yang digelar 2 bulan sekali ini, membahas berbagai tema aktual dari berbagai bidang garapan pembangunan, mulai dari masalah lingkungan, budaya, olahraga, dan sebagainya. Sambil menikmati hidangan tradisional seperti bajigur, bandrek, seupan cau, kulub suuk, dan lain-lain, masyarakat bebas ÔÇØngawangkongÔÇØ dengan Bupati menyampaikan aspirasi, unek-unek untuk dicarikan solusinya. Selain itu, masyarakat di rumah dapat berinteraksi langsung melalui telepon pada saat acara berlangsung karena jalannya acara disiarkan live melalui radio-radio lokal Kuningan

 

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Kolaboratif

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat ini dilaksanakan secara kolaborasi/kerjasama oleh unsur pemerintah, LSM dan masyarakat dan telah sukses diimplementasikan pada lahan hutan di beberapa tempat di Kuningan. PHBM digagas agar masyarakat sekitar hutan sadar akan pentingnya melestarikan hutan. Hasil akhirnya adalah untuk mendukung terwujudnya Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi yang dapat menjamin tercapainya kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan terjaganya kawasan, peran dan fungsi konservasi di wilayah kabupaten tersebut.

 

Umrah Bagi Kepala Desa/Camat Berprestasi Dan Ulama Daerah

Walaupun baru dilaksanakan satu kali, kelihatannya program ini akan menjadi agenda rutin Pemkab Kuningan. Tujuannya adalah sebagai bentuk penghargaan kepada para kepala desa/lurah/camat yang memiliki prestasi baik atau berhasil menerapkan program pembangunan di wilayahnya masing-masing. Adanya penghargaan ini juga diharapkan dapat memicu daerah lain untuk terus meningkatkan kinerja dan memperlihatkan hasil yang baik. Demikian juga dengan para ulama yang telah berupaya menjaga kerukunan hidup beragama di Kuningan

 

Beasiswa Bidan Desa

Program baru saja digagas Bupati H. Aang Hamid Suganda yaitu menyekolahkan warga desa setempat untuk menjadi bidan. Syaratnya setelah lulus sekolah, sang bidan harus mau mengabdi dan bekerja di desanya. Tujuannya agar seluruh desa di Kuningan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Saat ini yang menjadi prioritas adalah desa-desa teringgal

 

Bedah Rumah

Jika anda pemirsa salah satu TV swasta tentu mengetahui program bedah rumah ini. Meski bukan ide baru, tapi tak tanggung-tanggung Pemkab Kuningan mencanangkan 1000 rumah pra KS yang akan dibedah dan mendapat bantuan stimulan. Dengan adanya program ini, selain membantu warga yang memiliki rumah tak layak huni, Pemkab Kuningan pun berupaya menumbuhkan budaya gotong royong dan swadaya masyarakat yang selama ini telah menjadi ciri khas Kuningan.

 

Kabupaten Bank Darah

Di Jawa Barat, Kabupaten Kuningan menjadi satu-satunya kabupaten Bank Darah, karena semua desa di Kuningan telah memiliki daftar pendonor darah yang siap mendonorkan darahnya jika ada yang membutuhkan. Tentunya dengan adanya sukarelawan pendonor darah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan darah dan menolong mereka yang membutuhkan, sehingga angka harapan hidup terus meningkat