Indonesian English
Depan POTENSI DAERAH Sumber Daya Alam Kawasan Gunung Ciremai

Kawasan Gunung Ciremai

Kabupaten Kuningan memiliki kondisi kawasan dan sumber daya alam yang cukup melimpah salah satunya berupa gunung tertinggi di Jawa Barat yaitu Gunung Ciremai yang terletak pada ketinggian 3.078 meter dari permukaan laut dan merupakan salah satu ekosistem pegunungan yang memiliki keunikan karena merupakan gunung yang terletak tidak terlalu jauh dengan laut.

 

Topografi Kawasan Gunung Ciremai pad a umumnya berombak, berbukit, dan bergunung dengan membentuk kerucut di bagian puncak. Kondisi topografi Gunung Ciremai bervariasi mulai dari landai sampai curam. Kemiringan lahan yang termasuk landai (0¬80/0) hanya 26,52%, dan di atas 8% sebesar 73,480/0.

 

Iklim dikawasan Gunung Ciremai dengan curah hujan rata-rata 2.000-4.000 mm/tahun memiliki udara yang sejuk dengan temperatur udara berkisar antara 18-22 derajat celcius. Memiliki topografi yang bervariasi, dari sebelah timur dengan tingkat kecuraman yang tinggi dan dari sebelah selatan dengan kemiringan yang landai.

 

Kondisi alam Gunung Ciremai sangat disukai oleh semua lapisan masyarakat baik untuk berekreasi sebagai kawasan wisata alam, untuk berolah raga pendakian, maupun pendidikan dan kelestarian budaya eagar alam. Mereka hadir dari berbagai kota dan daerah, kelompok masyarakat muda maupun kelompok umur tua dengan berbagai tujuan yang berbeda.

 

Kawasan hutannya memiliki 3 (tiga) fungsi pokok, yaitu sebagai kawasan lindung, konservasi alam dan zona resapan air berdasarkan Perda Kabupaten Kuningan No. 38 Tahun 2002, sebagai salah satu paru-paru dunia yang mampu menetralisir karbon dioksida yang berdampak sebagai racun menjadi oksigen yang dibutuhkan umat manusia untuk pernapasan serta menjaga kestabilan temperatur bumi yang terus meningkat akibat lapisan ozon yang semakin menipis.

 

Selain itu dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 disebutkan bahwa kawasan hutan gunung ciremai termasuk dalam kawasan perlindungan alam plasma nutfah eks-situ, kawasan rawan bencana gunung berapi dan kawasan rawan gempa bumi.

 

Hasil telaahan terhadap berbagai potensi dan prospek pengembangannya, Pemerintah Kabupaten Kuningan kemudian menggagas perubahan fungsi pada kelompok hutan lindung Gunung Ciremai menjadi kawasan pelestarian alam pada tahun 2004 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan melalui Keputusan Menteri

 

Kehutanan Nomor 424/Menhut-11/2004 tentang Perubahan Kawasan Hutan Lindung pad a kelompok hutan Gunung Ciremai menjadi Taman Nasional Gunung Ciremai seluas 15.500 Ha yang terletak di 2 kabupaten yaitu Kab. Majalengka dan wilayah barat Kab. Kuningan. Kawasan G. Ciremai yang masuk wilayah Kab. Kuningan seluas 8.839,05 Ha yang seeara resmi kemudian dideklarasikan oleh Menteri Kehutanan pada tanggal 14 juli 2005.