Indonesian English

Peternakan

Sasaran Pembangunan peternakan yang jadi acuan adalah sasaran populasi ternak, produksi daging, telur dan produksi susu. 

1).Populasi Ternak

Populasi ternak hampir semuanya mengalami peningkatan populasi dibandingkan dengan tahun 2012, tetapi ada beberapa populasi yang mengalami penurunan populasi yaitu pada populasi  Sapi perah pencapaian sasaran ( 94,05 %), Sapi Potong pencapaian sasaran (96,59 %), dan kerbau pencapain sasaran (96,45 %).  Penurunan populasi Sapi Perah, Sapi potong dan Kerbau disebabkan oleh harga daging pada tahun 2013 cukup tinggi sehinggapopulasi ternak tersebut mengalami penurunan, tetapi produksi daging pada tahun 2013 mengalami peningkatan.

Tabel 5. Perkembangan Populasi Ternak Tahun 2013

NO

Jenis Ternak

Populasii Tahun 2013

Capaian Populasi (ekor)

Sasaran

Capaian

2012

2013

 +/- (%)

ekor

ekor

%

1

Sapi Perah

5.992

5.707

95,24

6.068

5.707

94,05

2

Sapi Potong

28.254

26.909

95,24

27.858

26.909

96,59

3

Kerbau

7.525

7.167

95,24

7.431

7.167

96,45

4

Kuda

810

771

95,19

724

771

106,00

5

Domba

146.078

139.121

95,24

136.260

139.121

102,10

6

Kambing

11.565

10.933

95,54

10.676

10.933

102,41

7

Ayam Ras Petelur

823.665

745.134

90,47

744.270

745.134

100,12

8

Ayam Ras Pedaging

2.233.240

2.233.981

100,03

2.233.240

2.233.981

100,03

9

Ayam Buras

561.926

561.934

100,00

561.925

561.934

100,00

10

Itik

82.286

82.312

100,03

82.286

82.312

100,03

Populasi unggas Tahun 2013 relatif sama di bandingkan dengan tahun 2012 , hal ini sejalan dengan semakin terkendalinya gangguan penyakit unggas yaitu flu burung.  Disamping itu perkembangan harga daging unggas dan permintaan pasarnya cukup menggairahkan peternak, tingginya permintaan terhadap daging unggas ini diduga karena tingginya harga daging sapi mencapai 4 atau 5 kali lipat harga dafging unggas.

Adapun rendahnya peningkatan populasi sapi perah ini disebabkan adanya sapi sapi tua yang di afkir, sementara peremajaan berjalan normal, disisi lain kapasitas lahan hijauan makanan Ternak (HMT) di kawasan sapi perah sudah over load, sehingga perlu ada dukungan dari wilayah lain yang siap mensuplai HMT tersebut.

  

2).Produksi Daging

Tabel 6. Perkembangan Produksi Daging Tahun 2013

NO

Jenis Ternak

Produksi Tahun 2013

Capaian Prod daging (Ton)

Sasaran

Capaian

2012

2013

 +/- (%)

Ton

Ton

%

1

Sapi dan Kerbau

1.716

1.743

101,59

1.682

1.743

103,63

2

Kambing

32

31

99,02

31

31

101,00

3

Domba

3.093

3.157

102,08

3.032

3.157

104,12

4

Ayam Buras

573

592

103,27

562

592

105,34

5

Ayam  Petelur

626

633

101,07

614

633

103,09

6

Ayam  Pedaging

11.225

11.326

100,90

11.005

11.326

102,92

7

Itik

55

51

92,59

54

51

94,44

Jumlah Produksi daging

17.320

17.533

101,23

16.980

17.533

103,26

Produksi daging tahun 2013 secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkan dengan produksi daging pada tahun 2012 yaitu tahun 2012 16.980 ton dan pada tahun 2013 produksi daging 17.533  ton , mengalami peningkatan 3, 26 %. 

Capaian Produksi daging rata rata mencapai 99,20%, tertinggi pada daging ruminansia besar (daging kerbau dan sapi) yaitu 102,44%.  Tetapi jika dibandingkan Tahun 2011 produksi daging ruminansia mengalami penurunan, bahkan produksi daging domba turun 23%.  Turunnya produksi daging ruminansia ini diduga karena tingginya harga daging khusunya daging ruminansia, sehingga sebagian konsumsi masyarakat beralih ke daging unggas, sementara itu Hewan ruminansia lebih banyak yang dijual untuk memenuhi permintaan dalam bentuk hewan potongan (hewan kurban) ke luar daerah.

 

3).Produksi Telur

Capaian produksi telur rata rata 100,59% dan jika dibandingkan athun 2011 rata rata meningkat 5,78%.  Peningkatan produksi telur ini karena semakin terkendalinya penyakit menular (flu burung) dan semakin baiknya perkembangan harga.

Tabel  7. Perkembangan Produksi Telur Tahun 2013 

NO

Jenis Unggas

Produksi Tahun 2013

Capaian Prod Telur (Ton)

Sasaran

Capaian

2012

2013

 +/- (%)

Ton

Ton

%

1

Ayam Buras

252

252

100,00

252

257

101,98

2

Ayam  Petelur

7.417

6.710

90,47

6702

7063

105,39

3

Itik

475

475

100,32

475

486

102,32

Jumlah

8.144

7.437

91.32

7429

7806

105,08

 

 

4).Produksi Susu

Capaian produksi susu  dari beberapa koperasi persusuan rata rata hanya mencapai 87,17% dan jika dibandingka tahun 2011 mengalami penurunan sampai 11,18%.  Rendahnya capaian produksi susu ini disebabkan antara lain:

  1. Tidak stabilnya harga jual susu yang ditetapkan oleh Industri Pengolah susu (IPS), menyebabkan turunnya pendapatan peternak, sehingga berakibat rendahnya kemampuan petani dalam menyediakan pakan berkualitas;
  2. Kemarau yang cukup panjang dan ditutupnya lahan hutan kawasan Gunung ciremai menyebabkan berkurangnya persediaan Hijauan makan Ternak (HMT), sehingga sebagian diganti oleh jerami yang kualitasnya relatif rendah
  3. Tingginya harga daging sapi menyebabkan banyak sapi sapi dewasa (afkir) yang dijual, sementara peremajaannya agak terlambat.

Tabel  8. Realisasi Produksi Susu

NO

PRODUSEN

Produksi Tahun 2013

Capaian Prod Susu (Ton)

Sasaran

Capaian

2012

2013

 +/- (%)

Ton

Ton

%

1

KARYA NUGRAHA

5.052

4.914

97,27

4.953

4.914

99,21

2

KOPTAN LARASATI

2.703

2.431

89,94

2.650

2.431

91,73

3

KPSP SALUYU

2.527

2.433

96,30

2.477

2.433

98,22

 

JUMLAH

10.282

9.778

95,10

10.080

9.778

97,00

4

LAINNYA

1.532

1.501

97,97

1.502

1.501

99,93

TOTAL

11.814

11.279

95,47

11.582

11.279

97,38

Walaupun terjadi penurunan produksi susu tahun 2012, , tetapi diharapkan akan terjadi peningkatan pada tahun 2013,  Hal ini Ada 3 faktor yang memacu peningkatan produksi susu di kabupaten Kuningan yaitu: (1) Peningkatan Populasi Induk produktif (peremajaan) melalui Program Pinjaman Lunak Perbankan; (2) adanya perbaikan harga jual susu dan berkembangnya industry kecil pengolahan susu; (3) Perbaikan Pelayanan Penyediaan Pakan oleh Koperasi melalui pembangunan industry kecil untuk pmbuatan pakan.

 

Sumber : Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan (April 2014)