Seni Budaya

1
 
 
 
 
Nama Kegiatan : Sapton dan Panahan Tradisional
Penyelenggara : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Lokasi : Kuningan
Synopsis Kegiatan :  
Secara etimologi dan historis, bahwa kegiatan Sapton dan Panahan Tradisional adalah acara rutin setiap hari sabtu setelah kegiatan serba raga (sidang) yang dilaksanakan disekitar istana kerajaan Kajene (Kuningan) dan mempunyai makna yang dalam seperti heroisme, ketangkasan berkuda dan panahan dalam bela negara serta kebersamaan antara pemerintah dengan rakyatnya. Dalam upaya  promosi kepariwisataan  daerah dan pelestarian nilai-nilai budaya tradisional daerah serta memeriahkan hari  jadi  Kuningan, setiap tahun pada bulan September diselenggarakan Saptonan dan Panahan Tradisional.
 
2
 
 
 
 
Nama Kegiatan : Seren Taun
Penyelenggara : Paseban Tripanca Tunggal (P. Djati Kusuma)
Lokasi : Cigugur-Kuningan
Synopsis Kegiatan :  
Upacara Seren taun merupakan upacara masyarakat agararis adalah penyerahan hasil panen yang diterima pada tahun yang akan berlalu serta salah satu media dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diterima seiring dengan harapan agar dimasa yang akan datang, hasil panen seluruh anggota masyarakat dapat lebih melimpah lagi.  Penyelenggaraan dimulai dengan upacara ngajayuk (menyambut) pada tanggal 18 Rayagung, kemudian dilanjutkan pada tanggal 22 Rayagung dengan upacara pembukaan padi sebagai puncak acara, dengan disertai beberapa kesenian tradisional masyarakat agraris sunda tempo dulu, seperti ronggeng gunung, seni klasik tarawangsa, gending karesmen, tari bedaya, upacara adat ngareremokeun dari masyarakat kanenes baduy, goong renteng, tari buyung, angkulung buncis doodog lonjor, reog, kacapi suling dan lain-lain yang mempunyai makna dan arti tersendiri, khususnya bagi masyarakat sunda.
 
3
 
 
 
 
Nama Kegiatan : Kawin Cai
Penyelenggara : Desa Babakanmulya dan Desa Maniskidul
Lokasi : Jalaksana-Kuningan
Synopsis Kegiatan :  
Upacara Adat Kawin Cai merupakan tradisi masyarakat Desa Babakanmulya Kecamatan Jalakasana Kabupaten Kuningan untuk memohon air/turun hujan untuk mengairi lahan pertaniannya serta kebutuhan hidup lainnya, dilaksanakan apabila terjadi kemarau panjang atau sangat sulit untuk mendapat air antar bulan September, dengan mengambil lokasi searah intinya disumber mata air telaga balong Tirta Yarta pada malam Jum`at Kliwon yang pada pelaksanaannya selain dihadiri dan diikuti oleh pamong desa. Tokoh masyarakat dan masyarakat desa setempat juga oleh masyarakat desa tetangga yang lahan pertaniannya terairi atau memanfaatkan air yang berasal dari sumber mata air telaga/ Balong Dalem Tirta Yarta. Selesai berdo`a punduh/sesepuh desa mencampurkan air yang diambil dari mata air telaga/ Balong Dalem Tirta Yarta dengan air yang diambil dari mata air Cikembulan (Cibulan), inilah istilah yang dipakai masyarakat sebagai Upacara Adat Kawin Cai yang intinya mengambil barokah air dari dua sumber mata air.
 
4
 
 
 
 
Nama Kegiatan : Pesta Dadung
Penyelenggara : Desa Legokherang
Lokasi : Cilebak-Kuningan
Synopsis Kegiatan :  
Seperti lazimnya kesenian tradisional lainnya kesenian ini tumbuh dan berkembang secara turun temurun sejak abad ke XVIII. Kesenian ini lahir di kalangan Budak Angon (Pengembala) yang intinya mengadakan syukuran setelah panen menjelang musim tanam tiba, sekitar bulan September. Dikatakan “Pesta Dadung” karena media yang digunakan dalam upacara yang sakral tersebut menggunakan Dadung (tali pengikat leher Kerbau atau Sapi).
 
5
 
 
 
 
Nama Kegiatan : Sintren
Penyelenggara : LS. Dewi Supraba Pimp. DU. Sahrudin
Lokasi : Cibingbin-Kuningan
Synopsis Kegiatan :  
Sintren adalah jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun sejak ± tahun 1957. sintren berasal dari kata “ Sasantrian “ yang pada mulanya kesenian ini adalah merupakan seni hiburan rakyat yang sering di tampilkan pada sore hari sambil melepas lelah setelah seharian bekerja keras di sawah. Pada pertunjukannya peran sintren harus dibawakan oleh seorang gadis yang masih suci (belum adil balig). Begitu pula dengan pawang sintren tidak boleh diperankan oleh orang sembarangan, akan tetapi harus dibawakan oleh sesepuh semacam kiyai sehingga peran sintren yang sudah di ikat dalam kurungan akan dapat berubah memakai pakaian sintren dalam keadaan “Transparan”.
 
6
 
 
 
Nama Kegiatan : Cingcowong
Penyelenggara : Pimp. Narwita
Lokasi : Luragung-Kuningan
Synopsis Kegiatan :  
Cingcowong adalah salah satu Upacara ritual  untuk meminta hujan (zaman dulu)upacara in dilakukan pada saat musim kemarau panjang ± 3 bulan tardisi awal Cingcowong atau uapacara ritual ini dipercayi oleh masyarakat khususnya Kecamatan Luragung setiap datag kemarau upacara ritual Cingcowong selalu dilaksanakan agar  lahan pertanian mereka terhindar dari kemarau dan turrun hujan.

 

 

 

JENIS SENI BUDAYA TRADISIONAL LOKASI
Cingcowong,Upacara minta hujan Kecamatan Luragung
Sintren Kecamatan Cibingbin
Goong Renteng Kelurahan Sukamulya
Tari Buyung & Seren Taun Kecamatan Cigugur
Tayuban Kecamatan Ciniru
Pesta Dadung Kecamatan Subang
Gembyung Terbangan -
Sandiwara Rakyat -
Wayang Golek -
Kuda Lumping -
Reog Desa Cengal
Calung -
Tradisi Kawin Cai Kecamatan Jalaksana

 

MAKANAN KHAS
Keripik Gadung
Emping Tangkil/Melinjo
Peuyeum Ketan
Angling
Wajit Subang
Leupeut
Koecang
Hucap (Kupat tahu kecap)
Gemblong

 

CINDERAMATA
Batu Onix
Batu Granit
Suiseki
Bonsai
Cincin
Peti Antik
Calung