2016, Pemkab Kuningan Akan Salurkan Dana Stimulan Rutilahu Untuk 250 Warga

Kategori: 

Sejak zaman prasejarah, manusia menyadari bahwa mereka butuh tempat berlindung, dari cuaca, predator dan dari kelompok musuh. Maka mereka mulai mendiami gua, curuk tebing bahkan rumah pohon. Seiring dengan perkembangan zaman, rumah menjadi sebuah kebutuhan primer selain makanan dan pakaian. Sayangnya biaya untuk membuat/membeli sebuah rumah tidaklah murah terutama untuk masyarakat di negeri ini, dimana angka kemiskinan masih tergolong cukup tinggi.
 

Demi memenuhi kebutuhan untuk tempat tinggal, masyarakat seringkali membangun rumah asal-asalan. Misalnya dibangun di lokasi ilegal, diatas sungai, dipinggir rel kereta api atau dibibir tebing dengan kualitas bahan bangunan yang rendah serta tidak memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan sehingga keberadaaanya bisa disebut Rumah tidak layak huni (Rutilahu).
 

Sebagai pihak yang diamanahi untuk mengurus negara, pemerintah, baik pusat, provinsi maupun pemerintah Kabupaten/Kota, meluncurkan program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Dimana program ini merupakan perwujudan Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Selain itu, melalui program ini pemerintah berupaya mensejahterakan rakyatnya, karena rumah yang nyaman bisa menciptakan ketenangan fisik dan psikis penghuninya.
 

Komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mengurangi rumah tidak layak huni (rutilahu) bukan hanya isapan jempol. Setiap tahunnya Pemkab.Kuningan terus menganggarkan dana stimulan untuk program rutilahu.
 

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kab.Kuningan Drs.H.Toto Toharudin, M.Pd kepada Info Kuningan, Rabu (17/2/2016) mengatakan, Untuk tahun 2016 ini, Pemkab.Kuningan telah menganggarkan dana APBD untuk renovasi rutilahu bagi 250 warga yang tersebar di 30 Kecamatan, dimana setiap warga masing-masing akan menerima dana stimulan sebesar Rp. 4 Juta.
 

“Jumlah itu akan disebar secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan, kecuali di dua daerah yang baru saja mendapat program rutilahu nasional di Kecamatan Cibingbin dan Ciwaru,” Kata Toto.
 

Masih kata Toto, program bantuan ini sifatnya bantuan stimulan saja. Menurutnya, untuk warga Kuningan yang memiliki kriteria rumah tidak layak huni, diminta untuk memanfaatkan bantuan tersebut untuk mewujudkan program hidup bersih dan sehat di rumahnya masing-masing.
 

“Ini sifatnya hanya stimulan. untuk mendorong pembangunan pola hidup sehat masyarakat. Selanjutnya diharapkan Pemerintah Desa bersama masyarakatnya secara swadaya bisa memberikan bantuan tambahan bagi warga yang rumahnya akan diperbaiki,” tutur Toto.
 

Lebih lanjut Kabag Kesra menjelaskan, proses penyaluran bantuan stimulant itu akan secara angsung diterima oleh calon penerimaan bantuan, dibantu oleh pemerintah desa masing-masing, penerima bantuan akan secara langsung berhubungan dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setda Kuningan.
 

“Kami hanya menerima dan memverifikasi data calon penerima. Untuk proses selanjutnya, data kami serahkan ke BPKAD. Kemudian komunikasi selanjutnya antara mereka, pihak penerima dan BPKAD,” jelasnya.
 

Dari bantuan stimulan rutilahu yang akan disalurkan Pemkab.Kuningan untuk tahun 2016, menurut Toto, dua Kecamatan merupakan penerima Rutilahu terbanyak, diantaranya Kecamatan Ciawigebang sebanyak 15 warga dan Kecamatan Darma sebanyak 16 warga. ( Sumber : MC Kuningan/Yudi ).

Share