Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kuningan Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana

Kategori: 

KUNINGAN,- Jelang musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Kuningan gelar apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Ciporang Samping Kodim 0615 Kuningan, Senin (15/11/2021). Apel tersebut dipimpin  oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH.

Dalam kesempatan ini, Bupati menyampaikan kegiatan apel sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam  menanggulangi risiko bencana, karena penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, akademisi dan media massa yang digambarkan peran dan tanggung jawab  sektor tersebut harus bersama-sama proaktif dari penanganan darurat menjadi pengurangan risiko bencana.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan peran dan fungsi masing-masing stakeholder  dan pentahelix untuk  bersama-sama melakukan rencana aksi kegiatan, sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia bapak  Ir. Joko Widodo, kita harus meningkatkan pelayanan publik yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat  dan siap  hadir ditengah masyarakat yang memerlukan  bantuan  pada saat penanganan bencana,” tuturnya.

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, dan angin. Mulai dari banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang. Kerawanan tersebut bertambah seiring dengan masuknya musim penghujan.

Kerawanan tersebut, lanjut Bupati, semakin meningkat seiring dengan masuknya musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir di sejumlah titik.

“Maka kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana harus kita tingkatkan. Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen di Kabupaten Kuningan,” tegasnya.

Bupati juga berpesan, kepada semua peserta Apel Kesiapsiagaan agar memantapkan dan menyiagakan personil serta sarana dan prasarana pada tiap-tiap posko yang telah dibentuk dalam membantu  kemungkinan terjadi bencana, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Kita harus mempunyai dan memiliki  komitmen bersama untuk pengurangan risiko bencana yang terencana dalam program pembangunan daerah berwawasan mitigasi bencana  yang dilandasi pada hasil kajian bencana serta meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar SKPD untuk saling kerjasama dalam mengantisipasi dan mensinergikan penanganan kejadian bencana secara tepat dan cepat,” tuturnya. (BID/IKP/DISKOMINFO)

Share