Buka Bimtek Pesantren Ramah Anak, Wabup : Pendidikan Penentu Kualitas Sumber Daya Manusia

Kategori: 

KUNINGAN,- Bangsa Indonesia telah ikut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA), yang dalam salah satu isinya menekankan bahwa negara mengakui hak anak atas pendidikan. Dengan demikian, pendidikan merupakan hak yang dimilki anak dan merupakan faktor penentu kualitas sumber daya manusia.

Hal itu, disampaikan Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH., M.Si, dalam sambutannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pesantren Ramah Anak (PRA) yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan, Kamis (16/12/2021).

Menurut Wabup, sudah semestinya, anak diberi ruang yang luas untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan masa pertumbuhannya menuju kematangan dan kemandirian.

“Kegagalan dalam memahami kebutuhan anak, akan berujung pada kegagalan membantu anak untuk menjadi manuasi mandiri, yang dapat menentukan masa depannya sendiri, berarti gagal menyambung sebuah generasi,” ujar Wabup.

Masih menurut Wabup, pesantren sebagai salah satu satuan pendidikan, merupakan tempat dimana anak menerima hak-hak pendidikannya. Konsep pesantren ramah anak, dikatakannya, berupaya menciptakan pesantren yang nyaman, betah, khusyu beribadah, senang belajar, bermain dan berkreasi.

Selain itu, harus mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak santri dan perlindungan santri dari tindak kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah. Sehingga pada akhirnya, akan tercipta santri yang berkualitas, baik fisik, mental dan spiritual, menjadi generasi penerus yang unggul.

“Membangun satuan pendidikan yang ramah dan layak bagi anak, merupakan bagian dari komitmen Kabupaten Kuningan untuk menuju Kabupaten Layak Anak,” tutupnya.

Sementara, Sekretaris Dinas DPPKBP3A Drs. H. Tedy Noviandi, dalam laporannya menyampaikan, tujuan dilaksanakannya Bimtek tersebut, adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang konsep hak dan perlindungan anak dan Pesantren Ramah Anak.

Adapun tujuan khususnya, dikatakan Tedy, untuk memberikan bimbingan dalam mewujudkan pesantren yang ramah anak kepada pengelola pondok pesantren.

“Dengan Bimtek ini, diharapkan terjadinya perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku pengelola pondok pesantren dalam upaya menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak di lingkungan pesantren sehingga dapat terwujud Pesantren Ramah Anak,” pungkasnya.

Bimtek Pesantren Ramah Anak yang digelar di Aula Gedung GOW, Jl. RE Martadinata-Kuningan itu, diikuti 50 peserta perwakilan dari 25 pondok pesantren di wilayah Kabupaten Kuningan. Bertindak selaku narasumber dalam Bimtek tersebut, Drs. Dodi Mohamad Hidayat dari Kementerian PPPA RI, dan Dr. H. M Nurdin, S.Ag, dari Kantor Kemenag Kab.Kuningan. (BID IKP/DISKOMINFO)

Share