Bupati Kuningan Lantik Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

Kategori: 
Bupati Kuningan Lantik Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

Kuningan (IKP) ,- Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. melantik Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Kuningan di Kantor Kecamatan Sindangagung, Senin (7/12/2020). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bappeda ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi penanggulangan kemiskinan antar-lintas sektor dan pemangku kepentingan secara terpadu dan berkesinambungan sampai level bawah.

Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) tingkat kecamatan merupakan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan seperti yang telah diamanatkan dalam peraturan presiden ri nomor 15 tahun 2010 ditindaklanjuti dengan peraturan dalam negeri nomor 42 tahun 2010 tentang tim koordinasi penanggulangan kemiskinan provinsi dan kabupaten/kota, dan keputusan bupati kuningan nomor 463.3 tahun 2010 tentang pembentukan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren kemiskinan di Kabupaten Kuningan dari tahun 2015 hingga 2019 terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018 angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan adalah 12,22%. Sedangkan, pada tahun 2019 terdapat 123.160 orang penduduk miskin atau 11,41% dari jumlah penduduk. Setelah bencana nasional pandemi covid-19, berdasarkan data BPS, di tahun 2020 angka kemiskinan kabupaten kuningan meningkat menjadi 12,82%.

Potensi peningkatan kemiskinan tersebut telah diprediksi sebelumnya dengan melakukan penyesuaian target capaian angka kemiskinan pada tahun 2020 dari awalnya 11,31% menjadi 13,58% yang dituangkan dalam perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjmd) tahun 2018-2023.

"kita yakini pangkal persoalan peningkatan angka kemiskinan ini bermula dari banyaknya masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan bahkan kehilangan pekerjaan. Dengan naiknya angka kemiskinan akibat pandemi covid-19 tersebut, kita harus terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi guna merumuskan kebijakan strategi penanganan dampak pandemi." ujar bupati kuningan.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Camat Kecamatan Sindangagung R. Imam Reapdiantoro S.Sos., M.Si. terdapat sebanyak 4.445 keluarga miskin di Sindangagung. Dalam rangka penaggulangan kemiskinan, Kecamatan Sindangagung telah melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Bantuan Pangan Non Tunai kepada 123 keluarga, bantuan sosial yang dilaksanakan oleh Kantor Pos kepada 4090 keluarga, bantuan dari provinsi kepada 2236 keluarga, bantuan dari kabupaten 837 keluarga, bantuan langsung tunai kepada 955 keluarga dengan alokasi dana desa sebanyak 4,2 miliar, dan bantuan kepada UMKM di Kecamatan Sindangagung kepada 416 keluarga.

“dalam pelaksanaan bansos-bansos dari dana pusat, kabupaten dan dana desa tidak ada permasalahan besar. Kecamatan sindangagung telah melakukan proses pembangunan sekolah yang sumbernya secara swadaya dengan ukuran 6x7 dana sebesar 160 juta. Kami mohon doa dalam pelasanan ini diberikan kemudahan bagi para pekerja.” Ujar Camat Kecamatan Sindangagung R. Imam Reapdiantoro S.Sos., M.Si.

Dalam kegiatan ini, Bupati melantik Sekretaris Kecamatan Sindangagung H. Uus Sunardi, S.Sos., Sekretaris Kecamatan Garawangi Setia Gunadi, SH., dan sebanyak 38 orang selaku ketua dan anggota tingkat Kecamatan Sindangagung dan Kecamatan Garawangi.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota tim pelantikan TKPK tingkat kecamatan, para camat se-Kabupaten Kuningan, dan tim Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Kecamatan yang baru dilantik. (bid/ikp/diskominfo)

 

 

 

Share