Bupati Kuningan Membuka Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) - Digital Entrepreneurship Academy (DEA)

Kategori: 

Kuningan ,- Untuk mendorong ekonomi digital Indonesia dalam rangka mendukung transformasi digital revolusi industri 4.0, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP) Dra. Betty Djuliati, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. dan Kepala Diskopdagperin Kab. Kuningan, Uu Kusmana, M.Si membuka kegiatan pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) - Digital Entrepreneurship Academy (DEA) kepada 82 peserta di Horison Tirta Sanita Hotel, Kamis (8/4/2021).

Program digital entrepreneurship academy (DEA) 2021 dilaksanakan oleh Balitbang SDM Kementerian Kominfo melalui  Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP) Bandung koordinasi substansi di bawah Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi (Pusbang Proserti).

Sasaran program ini adalah mencetak talenta digital di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan target sejumlah 550 orang yang akan mendapatkan pelatihan intensif selama 2 (dua) hari dan dibagi menjadi 13 jam pelajaran, dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul dalam rangka mendukung era revolusi industri 4.0.

Kepala BPSDMP Kominfo Bandung Dra. Betty Djuliati menyampaikan, proses rekruitmen peserta dilakukan secara online yang di mulai pendaftaran pada tanggal 25 Maret sampai dengan 1 April 2021

“Dari 142 orang pendaftar, tersaring peserta dengan hasil seleksi sebanyak 123 orang yang berasal dari Kabupaten Kuningan. Dan dari semua tahapan tersebut, didapat 82 orang yang siap mengikuti pelatihan dan 5 cadangan” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, sebelum melanjutkan ke tahap pelatihan seluruh peserta diwajibkan untuk melakukan tes antigen yang di biayai oleh BPSDMP Kominfo Bandung.

“Kami berharap semoga apa yang kita lakukan dalam beberapa hari ini dapat berkontribusi dalam kegiatan program Digital Entrepreneurship Academy dalam rangka mendorong penguatan SDM wirausaha yang unggul di Indonesia di era digital, bukan hanya jangka pendek tetapi juga jangka panjang.” Lanjutnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan menyampaikan, saat ini semua sektor dituntut untuk paham dan familiar dengan teknologi yang canggih. Menurutnya, dari 8,3 juta UMKM yang ada di Indonesia, baru 13% yang memanfaatkan digitalisasi TIK.

“Pandemi covid-19 berimbas pada perekonomian masyarakat yang menurun drastis terutama di empat sektor utama yaitu pariwisata, perdagangan, manufaktur dan pertanian. meski begitu, prospek bisnis di masa pandemi meningkat, seperti misalnya bisnis online yang mencapai angka 400%, jual pulsa meningkat 1000%, logistic meningkat 400% dan produk kecantikan dan kesehatan meningkat 800%” ujar sekda.

salah satu upaya dalam rangka membangkitkan kembali sektor perekonomian yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 2021, tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah.

“Dengan ditetapkannya PP ini, pemberian kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi koperasi dan umkm dapat lebih optimal, komprehensif dan dapat terkoordinasi dengan baik, saya harap melalui peraturan ini mampu  mendorong koperasi dan umkm menjadi  tangguh dan kuat serta dapat menjadi tulang punggung perekonomian indonesia.” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan menyampaikan, untuk memajukan ekonomi, masyarakat Indonesia harus mejadi tuan rumah di negeri sendiri. Dengan memanfaatkan teknologi, berbisnis di pasar digital (e-commerce) menjadi mudah untuk dilakukan.

Untuk mencapai kemajuan ekonomi, sebagai pejabat pemerintah daerah, Bupati Kuningan telah mengeluarkan surat instruksi kepada supermarket. Ia menginstruksikan agar supermarket dapat berkolaborasi dengan para pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produk di counter atau area yang mungkin dapat disediakan khusus untuk produk-produk UMKM.

“Produk-produk yang dipasarkan harus sudah memenuhi standar kelayakan, seperti sertifikat halal dan sertifikat BPOM. Pemda kuningan ikut memfasilitasi SPP-IRT yang merupakan jaminan tertulis terhadap pangan produksi Industri Rumah Tangga Pangan. Sampai saat ini kami telah memberikan SPP-IRT kepada 30 pengusaha UKM di Kuningan.” Ujar Bupati.

Melalui pelatihan ini, Bupati berharap agar peserta pelatihan ke depannya dapat menguasai aplikasi, teknologi, sistem pasar digital/online sebagai tren jual-beli masa kini. Menurutnya, tren ini meningkat karena orang-orang ingin merasakan kemudahan di era digital. (bid/ikp/diskominfo)

 

Share