Bupati Kuningan Resmikan Pasar Induk Ikan Hias di Desa Bakom

Kategori: 
Bupati Kuningan Resmikan Pasar Induk Ikan Hias di Desa Bakom

Kuningan ,- Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. resmikan Pasar Induk Ikan Hias yang dibentuk oleh pengurus (Kelompok Budidaya Ikan) Pokdakan Tunas Harapan di Pasar Ikan Bakom, Sabtu (12/12/2020). Pembentukan Pasar Induk Ikan Hias ini bertujuan untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan khususnya di Desa Bakom agar dapat bangkit kembali dari dampak covid-19.

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat setidaknya ada 4.720 jenis ikan baik tawar maupun laut dan 650 spesies diantaranya adalah ikan hias. Potensi ini menjadi nilai strategis bagi Indonesia dalam menggenjot penerimaan negara dari sumber devisa atas ekspor ikan hias.

KKP juga mencatat, pada kurun waktu tahun 2015 hingga 2018 produksi ikan hias mengalami peningkatan rata-rata sebesar 13,17% per tahun. Komoditas yang meningkat cukup signifikan yaitu Guppy (82,5%), Koki (61,7%), Corydoras (38,6%), Cupang (16,4%) dan Koi (8,9%).

Oleh karena itu, dibutuhkan sinergitas seluruh stakeholder dalam pembangunan industri ikan hias nasional baik untuk peningkatan produksi maupun mutu ikan hias, namun tetap memperhatikan keberlanjutan.

Beberapa waktu ke belakang, telah diadakan Kontes Ikan Koi yang selain memiliki keindahan juga bernilai tinggi hingga ratusan juta rupiah di Kabupaten Kuningan. Hal ini memotivasi masyarakat untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan ekonomi dan membangun Kabupaten Kuningan sesuai dengan visi Kuningan MAJU (Makmur, Agamis dan Pinunjul).

Bupati Kuningan sangat mengapresiasi dan mendukung berdirinya Pasar Induk Ikan Hias di Desa Bakom karena pasar ikan dapat menjadi wadah untuk para komunitas budidaya ikan hias yang diharapkan ke depannya dapat menjadi salahsatu sentra ikan hias.

“Saya melihat potensi yang tumbuh dari sektor hobi peternakan ikan hias yang sangat potensial dikembangkan. Tinggal bagaimana masyarakat khususnya di Desa Bakom bisa meningkatkan perkembangan pasar induk ikan hias ini.” ujar Bupati Kuningan.

Bupati menyampaikan, dalam budidaya, memelihara dan memasarkan ikan hias, ada baiknya jika meminta bimbingan dari para ahli, salah satu caranya adalah dengan studi banding. Menurut Bupati Kuningan, masyarakat dapat mencontoh Tulungagung yang dapat memasok ikan hias ke jawa tengah dan jawa barat.

“Kuncinya adalah ketekunan. Pembudidaya ikan melakukan studi banding untuk belajar pada ahlinya yang sudah berpengalaman. Inilah salah satu ruang yang dapat menjadi peluang di kabupaten Kuningan. Saya mohon bantuan pada semuanya untuk memanfaatkan media sosial dengan menyampaikan informasi bahwa di Kuningan telah ada Pasar Ikan Hias dengan lokasi yang strategis, yaitu di pintu masuk menuju Kuningan wilayah selatan. Mudah untuk dikenal.” Ujar Bupati Kuningan

Bupati Kuningan melanjutkan, kegemaran memeilihara ikan hias ada di hampir setiap keluarga, namun tidak setiap orang mengerti cara merawat ikan hias yang baik. Menurutnya, diperlukan sosialisasi pemeliaraan ikan hias.

“Jika tidak dirawat dengan baik, ikan-ikan akan mudah mati. Saya mohon kepada Bapak Kadis Perikanan dan Peternakann untuk merumuskan bagaimana agar potensi budidaya ikan hias ini dapat tersosialisasi secara merata.” ujarnya.

Ia juga menyampaikan di Kabupaten sudah banyak yang mulai budidaya ikan hias, diantaranya di Citangtu, Padamatang dan lainnya. Ia harap ke depannya masyarakat dapat memanfaaatkan potensi yang ada di Kuningan.

Dalam kegiatan ini, hadir Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan Ir. Bunbun Budhiyasa, Camat Kecamatan Darma Eko Yuyud Mahendra, AP., M.Si. beserta unsur muspika Kecamatan Darma, Kepala Desa Bakom, dan Ketua Panitia Penyelenggara beserta jajarannya. (BID/IKP/DISKOMINFO)

 

Share