Bupati Kuningan Serahkan Simbolis Bantuan Pangan Non Tunai di E-Warong Desa Cidahu

Kategori: 

Kuningan,- Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH., MH serahkan secara simbolis Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Agen E-Warong Ibu Junaah dengan Jumlah 245 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan berupa Beras 10kg, Telor 0,5 Kg, Kacang Ijo 0,5 Kg, Buah-buahan dan Daging Sapi.

Program Sembako ini sendiri merupakan program Kementerian Sosial dengan nama sebelumnya adalah BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan sudah berubah dari awal tahun 2020. Program ini, merupakan bantuan Yang diperuntukkan bagi KPM dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah/keluarga miskin. Bantuan sosial tersebut disalurkan kepada KPM dengan menggunakan sistem perbankan, yang kemudian dapat digunakan untuk memperoleh beras dan/atau telur di E-Warong, untuk pembelian bahan sumber protein hewani dan nabati lainnya serta sumber vitamin dan mineral sebagaimana yang ditetapkan, pengembangan jenis bahan pangan yang didapatkan dari program ini akan mampu meningkatkan nutrisi/gizi masyarakat. Bahan pangan yang dapat dibeli oleh KPM di e-Warong menggunakan dana bantuan program Sembako adalah, sumber karbohidrat: beras atau bahan pangan lokal seperti jagung pipilan dan sagu.sumber protein hewani: telur, ayam, ikan. Sumber protein nabati: kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu. Sumber vitamin dan mineral: sayur mayur, buah-buahan. Pemilihan komoditas bahan pangan dalam program Sembako bertujuan untuk menjaga kecukupan gizi KPM, E-Warong ini bekerja sama dengan BNI.

Sementara itu Bupati Kuningan dalam sambutannya mengatakan Program Sembako adalah pengembangan dari BPNT yang sudah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2019. Melalui penambahan jenis pangan yang diberikan, program Sembako juga diharapkan bisa mencegah dan menekan angka stunting, serta meningkatkan kebutuhan gizi masyarakat. Dulu raskin sekarang menjadi Rastra (beras sejahtera), program ini transformasi bantuan pangan dari pemerintah pusat, sebagai salah satu faktor sebagai penunjang kesejahteraan rakyat nya.

Bupati Menegaskan "Data penerima ini harus tepat dan akurat dalam pendistribusin nya, sebagai pelaksana kegiatan ini tentunya harus tepat sasaran, tepat jumlah, kita harus memilih komiditi yang awet, kita harus mampu juga seragam dalam pendistribusian nya, tepat waktu, harus tepat waktu dalam pendistribusian nya dari hulu ke hilir, hrus tepat kualitas yaitu kualitas nya harus baik, harus tepat administrasi, agar program ini bisa berjalan dengan baik".

Selain komoditas sembako seperti telur dan beras, pemerintah akan menambah ragam pangan, di antaranya daging ayam, ikan, dan sayuran. Kalau tahun lalu hanya komoditas sembakonya hanya untuk beras dan telur, sekarang ditambah lagi dengan daging ayam, ikan, kemudian sayur-sayuran.

Bupati berharap dengan BPNT dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat. Apalagi, sasaran yang dicapai pemerintah dari penyaluran BPNT adalah menurunkan angka kemiskinan. Tentunya ini akan bisa meningkatkan kesejahteraan daripada penerima manfaat. Mereka lebih sehat dan mudah-mudahan dengan demikian mereka bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya. (BID/IKP/DISKOMINFO)

 

Share