Dibuka Bupati, Itsbat Nikah Terpadu di Ikuti 103 Pasangan Suami Istri

Kategori: 

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH Buka Kegiatan Pelayanan Terpadu antara Pengadilan Agama Kuningan dalam hal Pengesahan Itsbat Nikah, Kantor Kementrian Agama Kuningan dalam hal Pencatatan Pernikahan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuningan dalam hal pencatatan kelahiran yang difasilitasi pula oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan di Gedung Kuningan Islamic Center, Cigintung, Jumat (27/11/2020). Hadir dalam acara ini Sekretaris Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Drs. H. Arif Hidayat, SH., MH., Ketua Pengadilan Agama Kuningan, Kepala Kementrian Agama, Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuningan, Ketua Lembaga Kordinasi Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kuningan, dan para undangan.

Dalam laporan yang disampaikan oleh panitia pelaksana, pelayanan terpadu ini bertujuan diantaranya untuk memfasilitasi masyarakat agar mendapatkan pelayanan hukum khususnya terkait dengan permohonan pengesahan perkawinan yang diajukan oleh masyarakat yang sebelumnya menikah sirih, untuk memperoleh penegas sebagai bukti otentik adanya perkawinan, untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan sesuai dengan harapan.

Dalam kegiatan ini, terdapat sebanyak 103 pasangan suami istri yang mengikuti itsbat nikah terpadu dengan waktutu dan tempat pelaksanaannya ditentukan di dua lokasi, yaitu pada tanggal 27 November yang bertempat di gedung KIC, dan lokasi berikutnya di gedung Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan.

“Dilatar belakangi oleh masih banyaknya masyarakat Kuningan yang menikah siri dan kurangnya perlindungan hukum terhadap istri dan anak-anak, perlu adanya langkah-langkah pelayanan salah satunya itsbat nikah terpadu yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama, Kementrian agama dan LKKS ini” ujarnya.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Drs. H. Arif Hidayat, SH., MH.,, Ia menyampaikan selamat kepada bapak dan ibu yang akan melaksanakan itsbat nikah. Ia juga berterima kasih kepada Bupati, bapak dan ibu dari kementrian agama, disdukcapil, khususnya pengadilan agama yang menyelenggaraakan acara.

“Sampaikan di lingkungan masyarakat masing-masing kalau masih terkendala biaya, hari ini nikah gratis. Akan ada kesalahan hukum begitu nikah diam-diam karena perkawinan yang tidak tercatatat. Oleh karena itu sejak akan menikah, harus mulai tertib dalam persiapannya. salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan perlindungan hukum.” Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati Kuningan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan. Menurutnya, pelayanan ini diberikan kepada masyarakat yang belum memiliki status sempurna terkait dengan apa yang mereka jalani. Walaupun secara agama mereka sah sebagai pasangan suami istri, namun akan lebih sempurna dengan hukum negara.

“Perkawinan yang dijalankan akan mengandung konsekuensi baik lahirkan keturunan, status keturunan, terjadi sengketa, termasuk pada saat nanti meninggalkan harta benda. Dengan itsbat ini kita sedang menyempurnakan perkawinan mereka. Kehidupan berkeluarga mereka akan memiliki status yang sah secara agama dan hukum negara.” Ujar Bupati.

Menurut Sekretaris Jendral Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Melaui peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2015, kepentingan hukum masyarakat diakomodir. Salahsatu yang diakomodir itu adalah status hukum masyarakat yang pernikahannya belum tercatatat ada pelayan terpadu sidang keliling. Pengadilan agama, disdukcapil dan kemenag dalam penerbitan buku nikah dan akta kelahiran negara hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dalam acara tersebut Bupati Kuningan, Dalam Rangka Pelaksanaan Sidang Keliling Terpadu sebagai wujud pelayanan terhadap masyarakat. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada H.Acep Purnama, S.H., M.H Sebagai Bupati dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Kuningan yang telah berperan aktif dan memfasilitasi terlaksananya sidang keliling terpadu perkara isbat nikah di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Bapak direktur jendral Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia sangat mengapresiasi kepeduliaan pemerintah daerah dalam hubungannya dengan mengurus hukum status masyrakat. Allhamdulillah beberapa pemerintah daerah peduli sehingga memasukan anggaran pelaksanaan. bukan hanya Kuningan yang diberikan penghargaan, setiap kabupaten yang menyelenggarakan kegiatan yang sama diberikan apresiasi sebagai kepedulian pemerintah terhadap perlindungan hukum masyarakat.” Pungkas Drs. H. Arif Hidayat, SH., MH.,. (Bid/Ikp/Diskominfo)

 

Share